Di Indonesia sendiri, proses pre order Note 7 telah dihentikan dan konsumen dijanjikan akan mendapat kompensasi. Berikut pernyataan resmi Samsung terkait recall itu, seperti dikutip detikINET dari The Verge:
"Samsung berkomitmen memproduksi produk dengan kualitas tertinggi dan kami menanggapi setiap laporan insiden dari konsumen kami dengan sangat serius. Sebagai respons dari isu Galaxy Note 7, kami melakukan investigasi menyeluruh dan menemukan adanya masalah sel baterai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi konsumen yang telah memiliki perangkat Galaxy Note 7, kami akan menggantikan perangkat mereka itu dengan yang baru dalam minggu-minggu mendatang.
Kami tahu ketidaknyamanan yang mungkin terjadi namun hal ini dilakukan untuk memastikan Samsung terus menghantarkan produk kualitas tertinggi ke konsumen kami. Dan kami bekerja sama erat dengan mitra kami untuk memastikan proses pergantian itu senyaman dan seefisien mungkin,"
Saat ini, Samsung diperkirakan sudah menjual sekitar 2,5 juta unit Note 7 karena perangkat itu memang laris manis di seluruh dunia sebelum isu baterai terjadi. Kabarnya, sekitar 1 juta di antaranya sudah sampai di tangan konsumen.
Samsung berjanji akan menggantikan semuanya dengan perangkat baru yang sudah terbebas dari masalah. Raksasa elektronik asal Korea Selatan itu juga mengatakan penjualan akan dilanjutkan jika proses pergantian handset telah dilakukan.
(fyk/ash)