Berbicara di acara Samsung Corporate Media Session, Corporate Marketing Director Samsung Electronic Indonesia Jo Semidang, sedikit mengulas kilas balik perjalanan bisnis Samsung dari awal berdiri hingga saat ini.
Didirikan oleh Lee Byung Chull, Samsung mengawali fase pertamanya sebagai produsen mie pada 1939. Samsung kemudian melebarkan sayap ke industri tekstil pada 1954, kemudian memutuskan masuk ke bisnis elektronik pada tahun 1960 dengan produk pertama mereka, TV dengan layar hitam putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berada di urutan ke-7 most valuable brand dunia versi Interbrand, hampir semua produk Samsung memimpin pasar dunia, mulai dari smartphone, TV, kulkas, LED dan memori chip.
"Dalam kurun waktu 1990 sampai 2015, Samsung semakin kuat. Kita jadi nomor satu global electronic company di hampir semua produk, termasuk memori chip, kita memasok kebutuhan brand-brand besar. Kami menjual lebih dari 44 ribu ponsel dan 5.400 unit TV per jam secara global," papar Jo.
Di Indonesia sendiri, dikatakan Jo, Samsung menempati pangsa pasar nomor satu untuk berbagai kategori elektronik, antara lain pangsa pasar smartphone premium sebesar 44%, TV 35% dan UHD TV 70%.
Selama lebih dari 25 tahun berada di Indonesia, Samsung tak hanya berfokus pada produk dan memenuhi kebutuhan teknologi yang terus meningkat, tetapi juga memperhatikan layanan purna jual, salah satunya dengan menambah layanan MySamsung, serta berkontribusi pada komunitas melalui program Corporate Social Responsibility seperti Rumah Belajar Samsung dan One Village One Product.
Harapannya, Samsung bisa terus bersinar. Dalam 23 tahun ke depan, Samsung mengincar posisi sebagai most admired company atau perusahaan paling dikagumi.
"Kami ingin Samsung tidak hanya profitable dan terjaga sustainability-nya, kami akan terus membantu masyarakat dengan teknologi dan ingin menjadi most admired company di 2039," tutup Jo. (rns/ash)