Apa yang dilakukan AMD ini terbilang menarik lantaran untuk bisa menjalankan konten VR di perangkat seperti Oculus Rift dan HTC Vive dibutuhkan spesifkasi PC tinggi, termasuk kartu grafisnya. Namun AMD seakan menepis anggapan tersebut dengan merilis Radeon RX480 di Computex 2016.
RX480 diklaim mampu menyemburkan performa komputasi hingga 5 teraflop berkat spesifikasi yang diusungnya, yang terdiri dari pilihan RAM 4 GB atau 8 GB. Selain itu berkat penggunaan teknologi Graphics Core Next (GCN) generasi keempat, kartu grafis ini juga hanya butuh daya 150 watt dalam pengoperasiannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian jangan terlalu berharap performa nendang dengan RX480, sebab kartu grarfis ini sebatas mendukung VR, bukan dioptimalkan untuk itu. Tujuan AMD adalah untuk memberikan pengalaman VR di harga yang bisa disentuh banyak kalangan gamer.
Namun bukan berarti juga RX480 performanya biasa saja. Dengan harga yang terjangkau itu AMD menciptakan peluang bagi gamer untuk menancapkan lebih dari satu RX480 di komputernya melalui metode CrossFire.
Bahkan AMD sesumbar, RX480 yang disambungkan lewat CrossFire bakal mampu menyodorkan performa yang lebih baik dari sebuah kartu grafis kepunyaan Nvidia yang berada di rentang harga USD 600 atau Rp 8,2 juta.
Untuk membuktikannya, AMD lantas melakukan benchmark menggunakan game strategi Ashes of the Singularity. Dalam kondisi CrossFire atau sepasang RX480 yang disatukan mampu mencetak 62,5 frame per second (fps), sedangkan sebuah GTX 1080 yang kelasnya lebih tinggi cuma sanggup bertahan di angka 58,7 fps. Padahal secara harga dua kartu grafis RX480, masih lebih murah dari sebuah GTX 1080. (yud/ash)