Selasa, 24 Mei 2016 19:06 WIB

CEO Infinix Rayu Google Terkait 'Anak Kedua' Android One

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
(kiri): CEO Infinix Mobility Benjamin Jiang (Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan)
Jakarta - Sekitar akhir tahun 2015, Infinix sempat mendapat tawaran dari Google untuk menggarap handset Android One. Dimana oleh Infinix, handset tersebut diberi nama Hot 2. Dan ternyata, setelah Hot 2, Infinix ingin melahirkan 'anak keduanya' dengan Google tersebut.

Murah tapi tidak murahan. Mungkin ungkapan itu pantas dialamatkan pada ponsel Android One. Bagi yang tidak tahu, Android One merupakan inisiatif yang digagas oleh Google demi menghasilkan smartphone Android yang murah namun berkualitas.

Dalam menggarap Android One, Google tidak sendirian. Perusahaan pencarian internet raksasa ini berkolaborasi dengan sejumlah vendor. Infinix salah satunya.

Vendor asal China ini mengaku ketagihan dalam menggarap ponsel Android One. Karenanya, CEO Infinix Mobility Benjamin Jiang mengatakan, pihaknya akan berembuk dengan Google untuk membahas Android One dalam waktu dekat.

"Mungkin kami akan merilis Android One tahun ini. Tapi ini semua tergantung negosiasi kami dengan Google," terang Benjamin di sela-sela media briefing di Palalada Restaurant, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Dikatakan Benjamin, diskusi dengan Google tidaklah mudah. Pihaknya, harus benar-benar matang dalam menyiapkan konsep sebelum diajukan ke Google. "Saya akan berangkat malam ini ke Mountain View, Amerika Serikat. Keputusannya tunggu saja beberapa minggu lagi," tutur Benjamin.

Berbicara soal spesifikasi, Benjamin menerangkan jika yang pasti ponsel tersebut ditujukkan untuk entry level. "Kami menyiapkan hardware. Tapi karena ini Android One, maka sudah pssti jika harganya akan dirancang terjangkau," papar Android.

Terjangkau di sini maksud Benjamin ketika ditanya, kurang lebih di kisaran Rp 1 juta. Bisa lebih, bisa juga kurang.

Jika tembus, Android One versi Infinix ini nantinya akan dirilis secara global. "Lami tidak pernah merilis Android One secara eksklusif untuk satu negara. Pasti akan rilis secara global, termasuk Indonesia," pungkasnya.

Pernyataan Benjamin untuk kembali menggarap ponsel Android One ini rupanya sesuai dengan yang dipaparkan oleh Mike Hayes, Director Business Development Android & Chrome Partnership beberapa waktu lalu. Menurutnya, masih banyak vendor di berbagai negara yang berminat untuk menggarap ponsel berbasis Android One. (mag/ash)