Senin, 23 Mei 2016 15:20 WIB

Vivo, 'Si Anak Baru' di Lima Besar Vendor Ponsel Dunia

Ardhi Suryadhi - detikInet
Foto: Istimewa/engadget Foto: Istimewa/engadget
Jakarta - Nama Vivo tengah mencuat. Vendor asal China itu perlahan sukses merebut kursi nyaman di jajaran lima besar penguasa pasar smartphone dunia.

Menurut riset yang dikeluarkan International Data Corporation (IDC), Vivo berhasil menggeser Lenovo untuk menempati posisi kelima di bawah Samsung, Apple, Huawei dan Oppo.

Pada kuartal pertama 2016, Vivo tercatat sukses mengirimkan 14,3 juta unit smartphone dengan membukukan pertumbuhan 123,8% per tahun dan market share 4,3%.

Vivo didirikan pada tahun 2009 di Dongguan, Guangdong sebagai sub-brand BBK Electronics. Namun mereka baru mencuat pada tahun 2012 setelah merilis seri X1 yang didaulat sebagai ponsel paling ramping pada saat itu. Berlanjut pada tahun 2013 lewat seri Xplay3s yang menjadi ponsel dengan resolusi layar 2K pertama di dunia.

Vivo sendiri pertama kali masuk pasar global di Asia Tenggara dan India pada tahun 2014. Diposisikan sebagai produk yang relatif premium di China, salah satu yang best selling dan produk unggulan Vivo adalah Xplay5, yang merupakan produk paling mahal dengan harga berkisar di USD 600.

Kiprah Vivo di jagat ponsel dunia akhirnya mulai benar-benar mengusik vendor raksasa pada kuartal pertama 2015, dimana nama Vivo sukses merangsek masuk ke 10 besar vendor smartphone dunia dengan market share 2,7%.

Namun hal itu tak lantas membuat Vivo Puas. Berbekal tim research and development mumpuni yang berlokasi di Shenzhen dan Nanjing yang berjumlah 1.600 personil per Januari 2016, Vivo akhirnya kian mempertegas posisi dengan masuk jajaran lima besar dunia pada Q1 2016.

Menargetkan pada anak-anak muda yang energik dan trendi, Vivo menggabungkan eksterior produk, audio berkelas dan pengalaman pengguna yang cepat dan halus.

Dengan pertumbuhan yang cepat, Vivo terus memperluas lanskap global. Salah satunya bisa dilihat dari film Civil War yang belum lama ini ditayangkan, bisa dilihat Tony Stark dan Steve Rogers menggunakan ponsel smartphone Vivo dalam suatu adegan.

Menurut Duran Dong, CEO Vivo Indonesia, Vivo adalah brand untuk era millennium. "Kami tidak hanya menyediakan produk dengan kualitas terbaik, tapi kami juga memahami nilai dari brand. Kami sangat gembira dengan pertumbuhan bisnis vivo," ujarnya dalam keterangan yang diterima detikINET, Senin (23/5/2016).

"Di Indonesia, pertumbuhan bisnis Vivo juga mengalami pertumbuhan yang baik. Kami akan terus menggalakkan lagi upaya bisnis Vivo di pasar smartphone Indonesia. Salah satunya dengan memilih rangkaian produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar smartphone Indonesia," lanjutnya.

Produk smartphone Vivo Indonesia terbagi menjadi dua seri, yaitu seri V dan Y. Seri V adalah satu dari produk unggulan yang akan Vivo sediakan selama Mei ini. (ash/ash)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed