Layanan-layanan tersebut antara lain adalah Movies dan iBook, yang sebenarnya baru beroperasi di China sejak tujuh bulan yang lalu. Apple disebut tengah mengusahakan agar layanan tersebut kembali bisa diakses.
Sementara pihak pemerintah China yang melakukan pemblokiran ini adalah State Administration of Press, Publication, Radio, Film and Television, dikutip detikINET dari Cnet, Senin (25/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apple adalah satu dari sedikit perusahaan Barat yang bisa 'menikmati' China. Perusahaan asal Cupertino, AS itu menjadi tergantung kepada pasar China, yang menjadi pasar terbesar keduanya di dunia, terlebih penjualan iPhone di AS terbilang menurun.
Mereka menjual Mac, iPad, iPhone selama bertahun-tahun, dan terus menambah layanan di negara tersebut, seperti App Store Apple Pay. Kemudian tujuh bulan lalu, Pemerintah China membolehkan Apple untuk menjalankan layanan iTunes Movies dan iBooks di sana. (asj/ash)