Jumat, 08 Apr 2016 11:40 WIB

FBI Ternyata Cuma Bisa Bobol iPhone Jadul

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Federal Bureau of Investigation (FBI) kembali angkat bicara soal alat pembobol iPhone yang digunakan untuk membuka kuncian di iPhone milik teroris penembakan massal di San Bernardino.

Menurut Direktur FBI James Comey, mereka cuma bisa memakai alat untuk membobol iPhone keluaran lama sebelum iPhone 5S. Ini artinya, iPhone 5C adalah ponsel Apple paling anyar yang bisa dibobol oleh FBI.

Kemungkinan ini ada kaitannya dengan sistem Touch ID atau sensor sidik jari yang sudah mulai tersedia di iPhone 5S, juga prosesor Secure Enclave yang dibenamkan Apple di ponsel 4 inch tersebut, dikutip detikINET dari Business Insider, Jumat (8/4/2016).

iPhone 5C adalah jenis ponsel yang digunakan oleh Syed Farook, tersangka dalam kasus San Bernardino. Dan FBI mendapatkan cara untuk membobol ponsel tersebut dari pihak ketiga, setelah Apple menolak untuk membantu FBI untuk membuka kunci di iPhone tersebut.

"FBI sangat baik dalam menjaga rahasia. Orang-orang yang menjual alat tersebut (pembobol iPhone), saya mengenal beberapa di antaranya, dan saya sangat percaya kalau mereka sangat ahli dalam menjaga rahasia, juga mereka punya motivasi yang sama dengan kami," ujar Comey.

Sejumlah pihak menyebut pihak ketiga yang digandeng FBI itu adalah perusahaan forensik mobile asal Israel bernama Cellebrite. Sementara metode yang digunakan sepertinya terkait dengan teknik bernama NAND mirroring.

Lebih lanjut Comey menyebut kalau saat ini FBI sedang melakukan diskusi secara internal yang membahas apakah mereka akan memberi tahu Apple soal teknik yang mereka gunakan ini. "Jika kami memberi tahu Apple, mereka akan memperbaikinya, dan kami akan kembali ke awal lagi," tutup Comey. (asj/fyk)