Saking pentingnya, Kaspersky Lab menganalogikan password layaknya sebuah celana dalam. Maksudnya adalah, agar aman password harus rutin diganti dan tak boleh dipakai bersama dengan siapapun juga. Seperti celana dalam.
"Kami punya sebuah kampanye, yaitu perlakukan password seperti sebuah celana dalam, yang harus rutin diganti dan tak boleh digunakan secara bersama-sama dengan siapapun," ujar Sanjeev Nair, Corporate Communication Manager SEA Kaspersky Lab, di Jakarta, Selasa (29/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tergolong cara jadul, keylogger ini terbilang sulit untuk dideteksi tanpa menggunakan software antivirus. Karena proses kerja keylogger tak akan kelihatan, bahkan dari task manager. Padahal menurutnya, keylogger itu terbilang mudah untuk dibuat. "Hanya dengan tiga baris kode sudah bisa untuk mencuri password," tambahnya.
Foto: Dony Koesmandarin (kiri) dan Sanjeev Nair (kanan) |
Memang, jika rajin dan punya banyak waktu, mendeteksi kehadiran keylogger ini bisa dilakukan dengan mengecek registry komputer. Namun menurut Dony, banyak orang yang mungkin bisa melakukan hal itu, namun tak mempunyai waktu, dan di sinilah dibutuhkan kehadiran software antivirus.
Maka dari itu, menurut Dony, salah satu cara yang ampuh untuk selamat dari pencurian password adalah dengan secara rutin mengganti password. Jadi harapannya saat password sudah tercuri dan akan digunakan, si pengguna sudah menggunakan password yang lain.
"Contohnya saya, punya lima password yang secara rutin saya gunakan. Bulan ini pakai password yang pertama, lalu bulan depannya pakai yang kedua, dan seterusnya lalu kembali lagi ke password yang pertama," ungkapnya.
(asj/ash)
Foto: Dony Koesmandarin (kiri) dan Sanjeev Nair (kanan)