Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ini Saingan Microsoft di Segmen Headset Augmented Reality

Ini Saingan Microsoft di Segmen Headset Augmented Reality


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Foto: Meta
Jakarta - Terlepas dari persaingan teknologi virtual reality yang ketat, Microsoft lebih memilih untuk berkutat mengembangkan teknologi augmented reality. Sayangnya, Microsoft tidak sendiri. Perusahaan teknologi berbasis Redmond, Amerika Serikat itu harus menghadapi lawan baru, yakni Meta.

Tidak seperti Microsoft yang sudah menjelma menjadi perusahaan raksasa, Meta sejatinya adalah perusahaan startup. Meski demikian, Meta memiliki ambisi yang sama dengan Microsoft, yakni mengembangkan headset augmented reality.

Hal ini kemudian dibuktikan dengan pengumuman headset virtual reality yang diberi nama Meta 2. Pengumuman tersebut bahkan dilakukan dua hari setelah Microsoft mengumumkan harga headset augmented reality, HoloLens yang ditujukan untuk keperluan developer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bila Microsoft mengganjar HoloLens versi developer dengan harga USD 3.000 atau sekitar Rp 39 juta, maka Meta 2 hanya dibanderol dengan harga USD 949 atau sekitar Rp 12 juta, dikutip detikINET dari Ubergizmo, Jumat (4/3/2016). Meta 2 diperkirakan akan rilis pada kuartal ketiga tahun 2016.

Walau sama-sama headset augmented reality, baik HoloLens maupun Meta 2 memiliki perbedaan yang cukup besar. Meta 2 bekerja dengan menyambungkannya dengan komputer (mirip headset Oculus Rift dan HTC Vive). Sedangkan HoloLens sudah built-in PC.

Pun begitu, fungsinya tetap sama yakni memproyeksikan augmented reality. Toh dari segi harga, Meta 2 jauh lebih murah ketimbang HoloLens. Bila tak mau merogoh kocek Rp 39 juta, mungkin Rp 12 juta milik Meta 2 bisa jadi harga yang lebih masuk budget Anda bukan? (mag/rou)





Hide Ads