BERITA TERBARU
Jumat, 05 Feb 2016 15:34 WIB

Pelanggan Telkom Boleh Berhenti Indihome Tanpa Cabut Telepon

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan (Foto: Telkom) Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan (Foto: Telkom)
FOKUS BERITA Telkom Blokir Netflix
Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menerima perwakilan Telkom untuk mendapatkan klarifikasi tentang pengaduan pelanggan yang sambungan telepon kabelnya ikut diputus ketika berhenti berlangganan Indihome.

Alasan yang dikemukakan Telkom, sambungan telepon diputus karena sambungan yang digunakan untuk bundling Indihome memakai fiber optik -- yang secara bisnis, layanannya disatukan pemasarannya dengan layanan internet.

"Setelah diskusi, Telkom sanggup untuk tidak membundling layanannya sehingga pelanggan yang hanya menginginkan layanan jasa telepon dapat dilayani," ungkap Anggota Komisioner BRTI I Ketut Prihadi Kresna kepada detikINET, Jumat (5/2/2016).

BRTI mengingatkan bahwa kewajiban untuk memberikan layanan jasa teleponi dasar adalah sesuai dengan ketentuan dalam izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal dan jasa teleponi dasar yang diberikan kepada Telkom

"Dan sesuai dengan ketentuan Pasal 19 PP No. 52/2000, BRTI akan melakukan pemantauan terhadap komitmen Telkom ini. Jadi pertemuan tadi sifatnya klarifikasi dan persuasif, tidak represif," papar Ketut.

Belakangan ini, IndiHome sering menjadi pergunjingan pasca Telkom memblokir layanan streaming Netflix. Mulai dari penerapan Fair Usage Policy (FUP), hingga prosedur unbundling yang dianggap tak adil oleh pelanggan.

Unbundling di sini adalah ketika pelanggan memutuskan berhenti berlangganan internet atau TV kabel, dan memilih hanya berlangganan jasa teleponi dasar saja. Sementara Telkom menilai seluruh layanan itu sudah dibundling dengan konsep Triple Play.

Dalam bundling Triple Play Indihome ini Telkom menawarkan akses internet Fiber To The Home (FTTH) hingga 100 Mbps, konten UseeTV yang sudah didukung gambar High Definition (HD), danĀ  gratis telepon dalam menit tertentu untuk jangkauan lokal atau interlokal.

Dalam perjanjian berlangganan IndiHome dinyatakan bila pelanggan memutuskan untuk berhenti berlangganan, maka otomatis layanan akan berhenti, termasuk layanan Triple Play, seperti internet, interactive TV, dan telepon.

"Seluruh perangkat Telkom yang terdapat di pelanggan akan diambil kembali oleh pihak Telkom," demikian isi perjanjian itu. Nah, persoalan ini yang belakangan diributkan oleh pelanggan yang ingin berhenti berlangganan.

"Untuk FUP sudah sangat clear karena sangat longgar. Sedangkan untuk cabut telepon rumah akan kita akomodir setelah konsultansi dengan BRTI," kata Jemy Confido, Vice President Consumer Marketing & Sales Telkom saat dikonfirmasi detikINET, Jumat (5/2/2016).

Sementara Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan mengatakan, Tekom tetap akan berjualan IndiHome karena menurutnya masyarakat tetap akan membutuhkan layanan tersebut di rumahnya.

"Triple Play tetap kita tawarkan. Kalau ada yang mau telepon rumah saja atau telepon rumah dan TV kabel, kita layani. Namun, kita akan persuasif tawarkan Triple Play, karena sebenarnya lebih menguntungkan bagi pelanggan," jelasnya.

Menurutnya, keuntungan yang ditawarkan jelas secara akses internet lebih besar dan kencang. Konten-konten yang dimiliki beragam, serta gratis 1.000 menit untuk telepon.

"Kalau pelanggan pilih hanya berlangganan telepon atau TV dan telepon saja, itu jatuhnya lebih mahal. Triple Play IndiHome itu lebih ekonomis dengan harga relatif sama jika hanya berlangganan telepon rumah dan TV saja. Kami tawarkan gratis 1.000 menit telepon itu sudah sama hampir gratis," tegasnya

BRTI sendiri mengaku tak masalah jika Telkom tetap akan menawarkan program bundling. Karena secara regulasi, layanan jasa teleponi dasar yang diminta oleh calon pelanggan wajib dipenuhi sepanjang jaringannya tersedia di wilayah tersebut.

"Bundling boleh-boleh saja sepanjang pelanggan setuju. Jika pelanggan tidak mau bundling, Telkom wajib menyediakan sesuai dengan ketersediaan jaringan," pungkas Ketut dalam perbincangan sore ini. (rou/ash)
FOKUS BERITA Telkom Blokir Netflix

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.