Rabu, 23 Des 2015 10:27 WIB

Blibli Investigasi Sertifikat Palsu ZUK Z1

Ardhi Suryadhi - detikInet
Jakarta -

Temuan sertifikat postel palsu ZUK Z1 yang beredar di Indonesia mau tak mau menyeret nama Blibli. Situs e-commerce ini pun langsung melakukan investigasi terkait masalah yang mengemuka tersebut.

ZUK sendiri adalah merek ponsel anak usaha Lenovo. Adapun Z1 jadi ponsel andalan vendor tersebut, dimana mitra pemasaran untuk online di Indonesia, ZUK menggandeng Blibli.

“Di sini ZUK memilih blibli.com sebagai mitra pemasaran untuk di online. Jadi untuk hal yang sedang dibicarakan di media, Blibli.com pun masih mencari keterangan lebih lanjut dari pihak ZUK,” ungkap keterangan resmi Blibli yang diterima detikINET, Rabu (23/12/2015).

Intinya, Blibli terus melakukan investigasi terkait tudingan adanya sertifikat palsu di ZUK Z1 yang dijual di Indonesia. Sebab, untuk urusan impor barang dan pengajuan sertifikat postel bukan dilakukan oleh perusahaan e-commerce tersebut.

"Untuk tetap menjaga kenyamanan konsumen berbelanja di Blibli.com, sejak kemarin malam (22 Desember 2015) untuk sementara kami belum bisa melayani kembali pembelian ZUK Z1 hingga kami bisa mendapatkan penjelasan terkait hal ini dari pihak ZUK. Kita akan update teman-teman jika sudah ada perkembangan informasinya,” tutup Blibli.

Saat dicek ke situs Kominfo diketahui bahwa pengurusan sertifikat postel untuk ZUK Z1 tercatat tengah dilakukan oleh PT Bintang Cemerlang dan Lemo Mobile Technology (Hongkong) Co., Ltd.



Sebelumnya, blogger teknologi asal Surabaya bernama Herry SW melaporkan keanehan di sertifikat postel ZUK Z1 yang baru dibelinya.

Dalam kardus ritel ZUK Z1 tersebut, Herry menemukan adanya kejanggalan di nomor sertifikat tersebut tertera 36012/SDPPI/2014 sebagai nomor sertifikat.

Dari nomor tersebut, bisa dipastikan bahwa sertifikat itu diterbitkan pada tahun 2014. "Padahal, di situs ZUK jelas-jelas disebutkan kalau merek itu lahir pada 28 Mei 2015. Sedangkan ZUK Z1 baru diperkenalkan pada Agustus 2015," tulis pria yang juga dikenal sebagai pengamat gadget ini.

Kemudian ia memasukkan nomor sertifikat tersebut ke situs Ditjen SDPPI, yang kemudian memunculkan nama Xiaomi Redmi 1S. Di situs tersebut tertera bahwa nomor sertifikat tersebut terdaftar atas nama PT Pelangi Mas.

Perusahaan tersebut mendaftarkan merek dan model ponsel MI - 2013029, yang merupakan kode dari ponsel Xiaomi Redmi 1S. "Jadi, dalam kasus ini, patutlah kita mempertanyakan mengapa sertifikat SDPPI milik Xiaomi Redmi 1S bisa digunakan untuk ZUK Z1," tutup Herry dalam blognya itu.

(ash/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed