Fitur continuum hadir dengan daya tarik yang belum ditawarkan produsen lainnya, namun bukan berarti pesaing diam saja. Qualcomm misalnya, produsen chip ini ternyata malah sudah menggarap perangkat serupa continuum dock sejak lama, bahkan bisa dibilang lebih baik.
Namun sepertinya Qualcomm belum punya nama resmi untuk perangkatnya itu. Perusahaan Amerika Serika ini mengenalkannya dengan sebutan Wireless IP dock. Mendengar namanya pasti ada yang terpikir adalah perangkat yang ada hubungannya dengan networking, tapi sebenarnya tidak.
Meski begitu sebutan wireless IP yang justru jadi kelebihannya. Kalau continuum dock mewajibkan ponsel Windows 10 tersambung secara fisik lewat sebuah kabel, maka Wireless IP dock mengandalkan sambungan WiFi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti Continuum dock, berbagai konektivitas juga bisa ditemukan di perangkat ini. Ada beberapa port USB 3.0, HDMI, dan yang lainnya. Sedangkan seperti diketahui, port HDMI bertugas melanjutkan tampilan ponsel ke layar yang lebih besar, setelah ponsel terhubung ke Wireless IP dock.
Kalau pernah menghubungkan tampilan ponsel Android ke layar televisi, tampilan bakal sama persis. Tampilan di ponsel sama seperti yang ada di layar. Tapi tentu tak sebatas itu kelebihannya, berkat beberapa port USB 3.0 yang dimilikinya pengguna bisa menancapkan perangkat tambahan seperti keyboard dan mouse wireless, atau flashsdisk, bahkan harddisk eksternal.
Yang menarik adalah, ketika mouse dipasang akan langsung keluar pointer mouse di layar untuk memudahkan pengguna mengakses menu yang ada di ponsel, seperti misalnya mengecek email atau yang lainnya.
Sedangkan dengan mencolok flashdisk atau harddisk eksternal di Wireless IP dock, ponsel secara instan bisa jadi multimedia player di layar yang lebih besar.
Β
Β
Standar baru konektivitas WiFi 802.11ad
Mengandalkan sambungan WiFi Direct, bagaimana Wireless IP dock memastikan sambungannya ke ponsel stabil? Jawabannya, Qualcomm sudah memperhitungkan semuanya. Demi memberikan sambungan optimal dari dan ke ponsel, Wireless IP dock telah dibekali standar baru sambungan WiFi, yakni 802.11ad.
Standar konektivitas 802.11ad diklaim mampu menyodorkan kecepatan transfer data hingga 2,6 Gbps. Dengan kecepatan ini aktivitas streaming film dari flashdisk yang tertancap di Wireless IP dock ke ponsel diyakini bakal bisa dilakukan dengan lancar jaya.
Dalam demonya sendiri Qualcomm menggunakan sebuah ponsel prototipe yang dibekali prosesor Snapdragon 820. Selain menonjolkan performa mumpuni, dukungan standar 802.11ad juga jadi kelebihan yang ditawarkan prosesor flagship Qualcomm tersebut.
Meski begitu bukan berarti wirelss IP dock tak akan optimal di ponsel lainnya. Perangkat ini punya dukungan backward-compability untuk standar konektivitas 802.11ac dan 802.11n yang banyak dipakai ponsel-ponsel saat ini di fitur WiFi Direct-nya.
Sayang Qualcomm belum mau mengungkap harganya. Namun Wireless IP dock dipastikan sudah akan hadir secara komersial di semester I 2016 mendatang. Adapun negara pertama yang akan disambanginya adalah China, yang kemudian disusul oleh Jepang.