Menurut Selvia Gofar, Senior Product Marketing Manager Microsoft Indonesia, berdasarkan riset yang dilakukan oleh internal Microsoft diperoleh informasi bahwa konsumen Indonesia lebih menyukai menggunakan ponsel dengan ukuran layar sekitar 5 inch. Inilah yang lantas jadi alasan Microsoft absen memboyong Lumia 950 XL.
βKarena konsumen Indonesia suka ponsel dengan layar 5 inch. Kalau Lumia 950 XL belum ada rencana (masuk Indonesia),β ujar Selvia, di Typology, Concalave, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayang peluang konsumen di kelas menengah untuk bisa merasakan fitur continuum masih sebatas angan-angan. Pasalnya Microsoft belum bisa mengumbar informasi soal kemungkinan hadirnya fitur continuum di seri Lumia kelas menengah apalagi bawah.
Keterbatasan teknis
Kata Irwan Hermawan, Manajer Marketing Microsoft Indonesia, untuk bisa menjalankan fitur continuum dibutuhkan spesifikasi yang terbilang spesifik, yang saat ini hanya bisa ditemui di ponsel-ponsel kelas atas.
βAda keterbatasan teknis untuk menghadirkan continuum di seri Lumia kelas menengah, karena butuh dual chip grafis seperti yang dimiliki oleh prosesor Snapdragon 808,β kata Irwan.
Praktis pernyataan Irwan juga seakan menutup kemungkinan fitur continuum hadir di seri Lumia lawas. Meski begitu soal kehadiran Windows 10 di seri Lumia lainnya, Irwan telah memastikannya meski belum bisa menginformasikan soal waktunya. Menurut Irwan, saat ini fokus Microsoft masih untuk Lumia 950 dan Lumia 950 XL.
(yud/afr)