Pernyataan mengejutkan tersebut disampaikan Ballmer saat menghadiri pertemuan tahunan pemegang saham Microsoft di Bellevue, Washington, Amerika Serikat. Dilansir Bloomberg, Kamis (3/12/2015), dalam pertemuan itu Ballmer mengkritisi jawaban CEO Microsoft Satya Nadella saat ditanya soal sedikitnya jumlah aplikasi penting, seperti Startbucks di Windows Phone.
Saat itu Nadella menjawab pihaknya telah memiliki strategi menarik banyak pengembang dengan membuat aplikasi di Windows Phone. Caranya lewat fitur universal app, dimana sebuah aplikasi dapat dijalankan di ponsel, tablet dan desktop sekaligus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin menurut Ballmer ini adalah cara termudah untuk dapat meningkatkan jumlah aplikasi di Windows Phone. Sehingga dapat mendongkrak market share kedepannya.
Microsoft sendiri sebenarnya sudah punya Project Astoria. Di mana para pengembang Android maupun iOS dapat dengan mudah melakukan porting ke platform Windows Phone tanpa harus menulis kode atau coding dari awal.
Hal ini akan sangat membantu pengembang yang ingin menghadirkan aplikasi buatannya ke Windows Phone tanpa harus memulai pengembangan dari nol. Belum jelas bagaimana tanggapan Nadella soal saran Ballmer tersebut.
(afr/fyk)