Apple mulai menjual iPhone 6S dan 6S Plus di India minggu lalu, dan ternyata konsumen di sana tak terlalu tertarik untuk membeli ponsel tersebut. Alasannya? Duo iPhone anyar itu dijual dengan harga yang kelewat tinggi.
Untuk varian paling murah, yaitu iPhone 6S 16 GB, harga yang ditawarkan adalah USD 925 atau sekitar Rp 12,6 juta (USD 1 = Rp 13.500). Sementara varian paling mahal dijual dengan dengan harga USD 1.416 atau sekitar Rp 19,3 juta, yaitu iPhone 6S 128 GB, dikutip detikINET dari Phone Arena, Selasa (20/10/2015).
Laporan yang sama menyebutkan bahwa sejak pertama dijual, baru 50 ribu unit iPhone 6S dan 6S Plus yang terjual di India. Padahal, saat iPhone 6 dan 6 Plus dijual, sebanyak 55 ribu unit sudah laku terjual dalam jangka waktu tiga hari saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibanding dengan negara lain, harga iPhone di India memang paling mahal. Sebagai perbandingan, Apple menjual iPhone 6S 16 GB di Prancis dengan harga USD 846, itu pun sudah terbilang harga yang sangat tinggi dibanding negara lain. Sementara di AS, varian yang sama dijual dengan harga USD 649.
Perbedaan harga ini disebabkan oleh perbedaan pajak yang harus dibayarkan. Khusus untuk harga iPhone di AS, pajak penjualan yang harus dibayar belum dimasukkan ke dalam harga. Sementara di negara lain, seperti Prancis dan negara Eropa lain, komponen pajak penjualan tersebut sudah digabungkan ke dalam harga.
(asj/ash)