Mengutip dari laporan Ponemon Institute bertajuk 'Annual Global IT Security Benchmark Tracking Study', Vice President Printing System HP untuk Asia Pasifik dan Jepang Leong Han Kong ingin membantu pelanggan HP untuk mengamankan perangkat dan data mereka. Disebutkan dalam riset itu bahwa 64% manager IT percaya bahwa printer mereka terinfeksi malware.
"HP membantu pelanggan mengamankan perangkat-perangkat, dokumen dan data mereka dengan perlindungan terkuat di industri bagi printer enterprise kami," sebut Han Kong di peluncuran produk HP di China World Hotel, Beijing, Selasa (22/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitur pertama yaitu HP SureStart yang akan mengaktifkan deteksi dan pemulihan penyembuhan sendiri dari serangan terhadap BIOS serta memperluas perlindungan keamanan BIOS ke printer HP LaserJet Enterprise yang baru.
Fitur kedua yaitu Whitelist yang akan memastikan hanya firmware yang sudah diketahui aman yang bisa dimuat dan dijalankan sebuah printer. Lalu fitur ketiga adalah Run-time Intrusion Detection yang akan memberikan pengawasan memori in-device terhadap serangan jahat.
Fitur ketika itu layaknya antivirus dalam PC yang dikembangkan HP lewat kerja sama dengan Red Balloon, sebuah perusahaan keamanan perangkat tertanam yang didirikan periset dari Columbia University.
Nantinya fitur-fitur itu akan menjadi standar di printer HP LaserJet Enterprise baru dan printer OfficeJet Enterprise X dengan PageWide Technology. Dengan pembaruan firmware, ketiga fitur itu bisa diaktifkan di beberapa printer HP LaserJet Enterprise yang diluncurkan sejak bulan April.
Untuk fitur Whitelist dan Run-time Intrusion Detection bisa ditambahkan ke banyak printer HP LaseJet dan Pagewide Enterprise yang diluncurkan sejak 2011 melalui pembaruan service pack HP FutureSmart. Selain itu, HP juga memberikan solusi kepatuhan keamanan printer melalui HP JetAdvantage Security Manager.
Untuk HP JetAdvantage Security Manager akan memungkinkan IT untuk menetapkan dan menjaga pengaturan keamanan printer seperti menutup port, menonaktifkan protokol akses, menghapus berkas secara otomatis. Ketika dilakukan reboot, fitur HP Instant-On Security dalam solusi itu akan memeriksa dan melakukan reset pengaturan secara otomatis.
Fitur-fitur itu sudah masuk dalam 3 LaserJet HP teranyar yang akan tersedia di Indonesia per November nanti. Ketiga LaserJet kelas Enterprise itu yaitu Seri HP LaserJet Enterprise M506, Seri HP LaserJet Enterprise MFP M527 dan Seri HP Color LaserJet Enterprise MFP M577.
(dha/ash)