Cristiano Amon, Executive VP & Co-President Qualcomm di acara 3G/LTE Summit di Hong Kong mengatakan bahwa Qualcomm melihat bagaimana dua teknologi itu (WiFi dan LTE) bisa bekerja secara beriringan demi memberikan user experience yang lebih baik.
"LTE-U adalah langkah berikutnya dari konvergensi ala kami untuk meningkatkan kapasitas jaringan menjadi dua kali lipat dibanding WiFi biasa. Hasil tes kami menunjukkan bahwa LTE-U bisa jadi pasangan yang lebih baik bagi WiFi ketimbang WiFi itu sendiri," ujar Amon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana cara kerja LTE-U? Kuncinya ada di huruf U, yang mengacu pada kata 'unlicensed'. LTE-U. Standar LTE ini jika digunakan dengan perangkat yang tepat akan berjalan dalam spektrum unlicensed di 2,4 GHz ataupun 5 GHz.
Maksudnya, jaringan LTE yang ada akan melewati dua frekuensi tersebut, bukan menggunakan frekuensi yang digunakan oleh operator seluler pada umumnya, seperti 900, 1.800, 2.100 MHz dan lainnya. Tentu saja, si penyedia jasa seluler juga menggunakan transceiver buatan Qualcomm yang mendukung teknologi ini, yaitu WTR 3950.
"Spektrum unlicensed saat ini sudah tersedia, dan bisa dinikmati secara bebas. Jadi kita tinggal menyiapkan chipset yang kompatibel dengan spektrum tersebut," tambah Amon saat presentasi.
Menurut Amon, hal ini harus dilakukan karena makin banyaknya area dengan kondisi jaringan yang padat. Kondisi semacam ini tentu akan membuat kecepatan koneksi internet semakin lambat.
(asj/ash)