Ya, ponsel memang telah berevolusi. Tak cuma dari segi teknologi, tetapi juga fitur, material, kemasan yang pada akhirnya bersumbu pada harga jual yang ditawarkan.
Menurut Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing & Communication Erajaya, secara umum ponsel dibagi ke dalam empat kelas. Yakni mid to low (yang dijual Rp 1,5 juta ke bawah), mid to high (Rp 1,5-Rp 3,5 juta), high end (Rp 3,5-Rp 7 juta) serta kelas premium (Rp 7 juta ke atas).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar yang seksi ini pun ditemukan di kelas ponsel premium yang berharga mahal, di atas Rp 7 juta. Memang, ada saja yang kadang nyeletuk nyinyir saat mengomentari harga ponsel di kelas ini yang begitu mahal, seharga motor second.
Namun yang harus mereka ketahui adalah, tak semua level konsumen juga bisa menerima ponsel di kelas premium yang seharga motor tersebut. Ada pasarnya, tapi tak untuk semua orang.
"Pasarnya tetap ada (untuk ponsel kelas premium). Buktinya Ferrari saja laku kok di Indonesia. itu harga sangat jauh dari ponsel premium," ujar Djatmiko.
Meski demikian, tak semua vendor ponsel berani bertarung di segmen pasar ini. Sebab ada biaya investasi (inovasi, marketing dll) yang juga lebih tinggi di sini. "Coba sebut, paling hanya beberapa. Seperti Samsung, Apple, Sony. Tak semua vendor punya produk premium," Djatmiko menambahkan.
"Jadi meski mahal, ponsel kelas premium ini intinya masih ada juga peminatnya, dan setiap tahun selalu tumbuh," tandasnya.
(ash/ash)