Direktur Smartfren, Roberto Saputra didampingi Head of Network Special Project, Munir SP membawa sejumlah media nasional bertandang ke kantor pusat ZTE. Kantor ZTE yang berada di Hitech Road South, Shenzhen memang terlihat sangat megah dan mencolok.
"Jadi kami ingin meyakinkan kepada para konsumen bahwa produk yang kami gandeng dan kami jual itu benar-benar bagus, bukan perusahaan sembarangan," kata Munir, Kamis (13/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ZTE merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa komunikasi terbesar dan terbaik di China dengan berbagai penghargaan dan market share terbesar," ujar David mengawali penjelasannya.
Saat ini, ZTE tak hanya memproduksi ponsel dan WiFi portabel saja. Perusahaan asli China itu juga memproduksi berbagai peralatan yang berhubungan dengan jaringan dan penyimpanan data.
"Kami adalah perusahaan pertama yang memulai layanan jaringan 4G dan saat ini sedang dalam persiapan untuk berpindah ke pre5G," klaim David.David juga memamerkan bahwa ZTE telah digandeng beberapa provider komunikasi terkenal di berbagai belahan dunia, termasuk Deutsche Telekom, Jerman.
Smartfren dan ZTE telah menyepakati kerjasama jangka panjang guna menyediakan jasa layanan komunikasi di Indonesia. Saat ini, Smartfren dan ZTE tengah berkonsentrasi penuh menyediakan layanan 4G LTE di Indonesia.
Sebagai informasi, jaringan 4G LTE Smartfren berjalan di atas spektrum frekuensi 850 MHz dan 2.300 MHz. Frekuensi 850 MHz memungkinkan jangkauan jaringan yang lebih luas, sedangkan frekuensi 2.300 MHz digunakan untuk layanan akses data super cepat.
Menariknya, Smartfren juga menggunakan dua teknologi 4G LTE berbeda di masing-masing frekuensi tersebut. Pertama, 4G LTE berjenis FDD (Frequency Division Duplex) di spektrum frekuensi 850 MHz. Sementara untuk frekuensi 2.300 MHz, Smartfren menggunakan teknologi TDD (Time Division Duplex).
Dengan penggunaan teknologi 4G LTE - TDD juga dimungkinkan kapasitas yang lebih besar bagi Smartfren, sehingga diklaim bisa menangani lebih banyak pelanggan.
(Hbb/fyk)