Baru-baru ini, Apple Pay mulai merambah pasar global dan sudah bisa digunakan bagi para pelanggan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang berada di luar Amerika Serikat. Inggris menjadi target pasar pertama di luar Amerika Serikat yang bisa menikmati layanan pembayaran mobile tersebut.
Menurut Researcher Global Research & Analysis Team, Kaspersky Lab David Emm, perluasan layanan Apple Pay ke Inggris memungkinkan pelanggan menggunakan perangkat mereka untuk melakukan pembayaran nirkontak (contactless payment).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Layanan ini tersedia bagi siapa saja yang memiliki iPhone 6, iPhone 6 Plus dan Apple Watch - yaitu perangkat Apple dengan NFC (Near Field Communication) chip," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2015).
David menambahkan, hal yang baik dari Apple Pay adalah data kartu debit atau kartu kredit tidak disimpan dalam perangkat, namun pada sebuah perangkat berupa token khusus (Device Account Number) dan kriptogram yang dihasilkan per transaksi.
Hal ini dapat mengurangi peluang data kartu dari pemakai Apple Pay bisa dicuri -- bahkan jika token dan kriptogram disadap, tidak akan mungkin Apple Pay tersebut dapat dipergunakan. Dikarenakan pihak merchant tidak menyimpan data kartu debit atau kartu kredit, maka apabila ada pelanggaran terhadap sistem mereka tidak akan berdampak kepada data kartu dari pemakai Apple Pay.
Namun akan sangat baik apabila para pengguna Apple ini tidak melakukan jailbreak terhadap perangkat mereka, karena dapat melucuti built-in security.
"Sangat penting juga bahwa pengguna Apple tidak membiarkan orang lain menyimpan sidik jari mereka pada perangkat, untuk memastikan bahwa transaksi hanya dapat dilakukan oleh pemilik perangkat saja," tandasnya.
(ash/rou)