Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ingin Jadi Raja Ponsel, Ini Strategi Lenovo

Ingin Jadi Raja Ponsel, Ini Strategi Lenovo


Fino Yurio Kristo - detikInet

Smartphone Lenovo (gettyimages)
Jakarta -

Tak ingin hanya berkibar di industri PC, Lenovo mencanangkan tekad menjadi pemimpin di industri ponsel dunia dan juga Indonesia. Dengan akuisisi Motorola, perusahaan asal China ini optimis mampu berbicara banyak. Mereka pun mengumbar strateginya.

"Yang penting adalah kami memiliki produk berbeda dengan harga berbeda-beda pula. Kami punya Vibe untuk kelas premium. Ada smartphone S dan A untuk pasar mainstream, pasar entry market yang sangat besar," ucap Nick Reynolds, Chief Marketing Officer Asia Pacific Lenovo dalam wawancara khusus dengan detikINET.

Kelengkapan model smartphone itu diyakini jadi salah satu keunggulan Lenovo. "Kami memiliki portofolio kuat. Kemudian kami harus melakukan hal bagus dalam hal jangkauan toko retail. Kami telah meningkatkan jumlah toko smartphone di Indonesia dengan cukup signifikan," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kunjungannya ke mal yang banyak menjual ponsel di Jakarta belum lama ini, Nick menyatakan kepuasannya karena brand Lenovo banyak terlihat. Dia pun berjanji Lenovo akan terus konsisten dan tetap ada di pasar Indonesia.

"Banyak yang hanya keluar masuk. Kami tidak seperti itu. Kami akan terus berinvestasi dan mengincar pertumbuhan jangka panjang di bisnis smartphone Indonesia," tuturnya.

Nick mengatakan kalau di pasar smartphone Indonesia, pangsa pasar Lenovo saat ini di kisaran 5%. Sedangkan di dunia, ditambah dengan market share Motorola, Lenovo diklaimnya menempati posisi ketiga.

Berbicara mengenai Motorola, kapan kira-kira Lenovo memasukkan produknya secara resmi ke Indonesia? Sayang, Nick mengatakan belum ada rencana untuk saat ini.

"Belum ada rencana memasukkan Motorola untuk saat ini. Kami sedang mempertimbangkan dan mengevaluasi. Tapi di beberapa negara Motorola bagus penjualannya seperti di India. Motorola dan Lenovo nomor empat di sana dan pasarnya sangat besar," katanya.

Nick mengakui saat ini, Lenovo di Indonesia masih lebih dikenal sebagai produsen PC ketimbang smartphone. Tapi dia yakin pangsa pasarnya di segmen smartphone Indonesia akan terus tumbuh dan berdampak baik bagi perkembangan bisnis PC Lenovo.

"Memang makin banyak orang membeli smartphone dan tablet. Banyak orang di Indonesia membeli smartphone dulu ketimbang PC. Smartphone Lenovo harus jadi pilihan mereka. Jika menurut mereka smartphone Lenovo bagus kualitasnya, mereka lalu akan membeli PC Lenovo," tutur Nick.

Offline atau Online?

Belakangan, strategi berjualan smartphone hanya melalui internet seperti yang dilakukan Xiaomi terbukti berhasil. Lenovo pun mengikuti strategi tersebut, tapi mereka tetap mempertahankan metode penjualan konvensional.

Di China, Lenovo memiliki brand smartphone khusus yang hanya dijual online, namanya Zuk. Dan di Indonesia, mereka sudah beberapa kali melakukan flash sale, yakni menjual smartphone model tertentu melalui toko online.

Tapi Nick menegaskan bahwa strategi pemasaran mereka tetap akan lebih banyak offline. "Flash sale itu hanya terbatas dan eksklusif. Ini untuk melindungi mitra retail kami dan tidak merusak hubungan dengan mereka. Mitra retail harus percaya dengan vendor," sebutnya.

Strategi Xiaomi berjualan secara online memang memungkinkan pertumbuhan pasar yang cepat dengan investasi kecil. Tapi Lenovo meyakini strategi penjualan offline dan online harus dipadukan. "Kalau hanya dengan satu channel akan membatasi Anda untuk jadi nomor satu, padahal kami ingin jadi nomor satu," pungkasnya.

(fyk/ash)







Hide Ads