Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
BlackBerry Classic Jadi Andalan Bikin Naskah Film

BlackBerry Classic Jadi Andalan Bikin Naskah Film


Rachmatunisa - detikInet

Jaumil Aurora (blog.blackberry.com)
Jakarta -

Meski sebagian besar ponsel saat ini menggunakan layar sentuh, masih banyak pengguna setia keyboard. Dan jika berbicara keyboard, sepertinya kenyamanan keyoard BlackBerry belum ada yang mengalahkan.

Seperti yang dialami Jaumil Aurora misalnya. Penulis yang akrab disapa Oka ini mengaku tak bisa beralih dari keyboard BlackBerry. Dalam sebuah kesempatan, penulis skrip film Strawberry Surprise dan Hijabers in Love ini berbagi cerita bagaimana BlackBerry membantu kegiatannya menulis.

Oka juga menceritakan bagaimana dirinya pernah memutuskan untuk mencoba ponsel pintar lain dan akhirnya memutuskan untuk kembali dengan BlackBerry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu hal yang selalu menjadi faktor penentu saya tak bisa beralih dari BlackBerry adalah keyboard!," kata Oka dalam wawancara dengan Inside BlackBerry, seperti detikINET kutip Senin (13/7/2015).

Penulis novel Ada Surga di Rumahmu mengaku, sejak menggunakan BlackBerry di 2008, dia sangat bergantung pada smartphone dengan fitur keyboard tersebut.

Diakuinya, meskipun banyak ponsel dengan OS baru bertebaran di luar sana, dia terjebak dengan BlackBerry-nya. Sekarang dia baru saja berganti ponsel, itu pun masih BlackBerry, yakni BlackBerry Classic.

"Kenapa masih keyboard? Tentu saja, saya gak bisa membayangkan bagaimana menulis email dengan satu tangan, sambil berdiri di kereta tanpa QWerTY keyboard BlackBerry," kelakarnya.

Oka bukannya tidak pernah mencoba memegang ponsel lain. Suatu hari dia sempat terpikir berganti ponsel lain. Namun nyatanya, dia tidak tahan berlama-lama 'putus' dari BlackBerry. Seperti sudah menemukan cintanya, Oka akhirnya memutuskan untuk 'balikan' dengan gadget kesayangannya tersebut.

"Gak sampai satu bulan. Bukan karena smartphone baru tidak bisa memenuhi keinginan saya. Sebaliknya justru saya yang tidak bisa dengan ponsel lain," kisahnya.

Sebagai penulis lepas, Oka punya banyak agenda pertemuan dan jadwal yang padat. Di sisi lain, dia tidak boleh berhenti menulis, bahkan ketika berada di transportasi publik seperti kereta.

Maka bagi Oka, menjatuhkan pilihan pada ponsel dengan keyboard yang nyaman bisa memudahkan pekerjaannya. Karena kapan pun ide muncul di kepalanya, dia bisa langsung mengetiknya di smartphone, tak perlu laptop.

"Ketika saya mencoba menyelesaikan artikel di smartphone layar sentuh, saya frustrasi. Layar sentuh memang tidak 'ramah jempol' sama sekali dan itu menghambat pekerjaan saya sebagai penulis," simpulnya.

Sepertinya tidak salah jika BlackBerry menghadirkan Classic untuk memanjakan para pengguna seperti Oka. Saat dirilis 2014 lalu, BlackBerry memang mempromosikan Classic sebagai jawaban bagi pengguna yang kangen keyboard fisik.

Tak heran, desainnya pun dibuat begitu mirip dengan BlackBerry masa lalu. Rupanya banyak yang masih menginginkan ponsel dengan model semacam itu. Keyboard fisik dan trackpad sendiri adalah kekuatan BlackBerry.

"Banyak orang mengatakan Classic ditujukan untuk konsumen yang loyal. Dan itu memang benar," kata CEO BlackBerry John Chen kala itu.

(rns/rou)





Hide Ads