Seperti detikINET kutip dari laman Pocketnow, Selasa (7/7/2015), Hiroki mengungkapkan bahwa penjualan komputer tidak banyak membantu keuangan dan membuat Sony menjual unit bisnis Vaio ke Japan Industrial Partners pada Februari tahun lalu.
Kondisi yang hampir mirip juga terjadi pada divisi mobile. Meski pihaknya tidak akan melakukan hal yang sama pada Vaio. Menurut Hiroki, bisnis smartphone sangat berbeda dengan PC. Karenanya Sony akan terus membuat smartphone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar, kompetisi semakin sengit. Setiap orang bisa membuat smartphone. Tapi pengalaman penguna tidaklah sama. Bahkan jika perangkat sama, pengalaman pengunaan pun bisa berbeda. Dan inilah hal yang sangat penting. Orang-orang kini membeli smartphone berdasarkan pengalaman yang didapatnya," lanjut orang nomor satu di Sony ini.
Lebih lanjut Hiroki mengungkapkan bahwa tahun 2015 dijadikan sebagai 'Tahun Transformasi Besar-besaran'. Sony sendiri telah menyiapkan sejumlah rencana untuk menghadapi persaingan ketat bisnis smartphone.
Ia percaya, Sony akan mengembalikan keadaaan tahun depan dengan tetap fokus pada pengalaman pengunaan dan teknologi baru.
(ash/ash)