"Kami akan mendiskusikan kemungkinan come back sampai tahun 2016. Termasuk pertimbangkan produksi smartphone atau tidak setelah 2016 karena itu batas perjanjiannya," ujar Niko Steffanus Sutikno, Head of Marketing & Communication, Nokia Solutions and Networks Indonesia, saat bertemu media di Jakarta, Rabu (2/7/2015).
Saat ini, Nokia memang tak sepenuhnya lenyap dari bisnis perangkat mobile. Sebelumnya mereka sempat merilis tablet Nokia N1, yang dikhususkan untuk pasar China dan Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyebut bahwa Nokia N1 ini tak melanggar perjanjiannya dengan Microsoft, yang terbatas pada perangkat ponsel. "Ini kan tablet, tidak termasuk deal agreement dengan Microsoft," tutupnya.
(asj/ash)