Di ajang Mobile World Congress (MWC) 2015 Maret lalu, Samsung Pay diperkenalkan berbarengan dengan peluncuran Galaxy S6 dan S6 Edge. Samsung semula optimistis akan meluncurkannya tak lama setelah ajang tersebut.
Seperti dilansir Bloomberg, Kamis (4/6/2015), Samsung Pay yang semula dijadwalkan meluncur Juli, terpaksa molor hingga September. Dalam pertemuan dengan investor pekan ini, Executive Vice President Samsung Rhee In Jong mengatakan layanan ini akan meluncur dengan gadget high end terbaru Samsung yang akan diluncurkan.
Sejumlah analis berspekulasi, layanan ini akan muncul berbarengan dengan Galaxy Note 5. Rencananya, Samsung Pay akan dirilis perdana di Amerika Serikat dan Korea Selatan, menyusul kemudian di negara-negara Eropa, China, Australia dan Amerika Selatan akhir tahun ini.
Upaya Samsung menyaingi Apple Pay terendus sejak pembesut seri gadget Galaxy ini mengakuisisi LoopPay. Samsung melihat potensi pada LoopPay yang punya fitur pembayaran mobile kurang lebih sama seperti Apple.
"Kami senang membawa hubungan kami dengan LoopPay ke level yang lebih tinggi. Kami menghadirkan solusi dompet mobile bagi konsumen yang tak hanya aman tapi juga bisa diandalkan dan diterima secara luas di banyak lokasi ketimbang layanan sejenis yang sudah ada," kata Executive Vice President Global Innovation Center Samsung, David Eun kala itu.
Keputusan Samsung membeli LoopPay datang hanya beberapa bulan setelah dirilisnya Apple Pay. Sistem pembayaran mobile milik Apple ini memungkinkan konsumen melakukan transaksi belanja dengan mengibaskan smartphone mereka di depan sebuah perangkat bersensor ketika akan membayar.
Bergabung dengan LoopPay, sistem mobile payment Samsung diperkirakan akan memiliki fitur identifikasi menggunakan sensor sidik jari yang sudah ada di handset Galaxy terbaru.
LoopPay sendiri memungkinkan pengguna membayar menggunakan key fob, semacam kartu elektronik atau casing smartphone yang dihubungkan dengan mesin pembaca kartu. Proses pembayaran menggunakan transmisi magnetik ini diklaim aman tanpa perlu melakukan swipe kartu kredit.
Mengingat solusinya mirip dengan gesek kartu pada umumnya, Samsung sepertinya punya potensi menggaet banyak retailer dibandingkan Apple Pay atau Google Wallet yang memerlukan perlengkapan NFC tambahan.
(rns/ash)