Baik Path dan Daum Kakao Talk kompak tutup mulut soal nilai akuisisi yang mereka sepakati. Namun yang pasti, dua produk yang beralih kepemilikan adalah layanan Path serta Path Talk. Adapun Kong -- aplikasi selfie yang juga buatan Dave Morin -- tetap berada di bawah Path Inc.
Meski keteteran di negeri asalnya -- Amerika Serikat -- Path nyatanya punya daya magis di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Dimana Indonesia jadi penyumbang terbesar untuk urusan pengguna Path yang sekarang diperkirakan sudah tembus 30 juta.
Re/code melansir, Path juga sempat jadi target akuisisi Google di awal kiprahnya. Dilaporkan bahwa Google pernah menawarkan dana segar sebesar USD 100 juta kepada Dave Morin. Penawaran itu dilakukan hanya beberapa bulan setelah Path lahir. Namun apa daya, tawaran menggiurkan Google ternyata tak menggoyahkan hati Morin untuk melepas Path.
Sampai akhirnya datanglah tawaran dari Daum Kakao -- perusahaan Korea Selatan yang juga pemilik layanan chatting KakaoTalk. Tanpa ada drama di kalangan underground internet, Path dan Daum Kakao tiba-tiba sudah membuat pernyataan bersama soal akuisisi yang telah terjadi.
Harganya? Masih menjadi misteri. Namun menurut perkiraan analis, Path mempunyai nilai tak kurang dari USD 500 juta. Ini tidak terlepas dari kucuran dana investasi yang sudah dikantongi Path yang kabarnya sudah melebihi USD 75 juta.
Salah satu yang mengucurkan dana itu adalah Bakrie Global Group. Bakrie merupakan salah satu di antara sejumlah investor yang berpartisipasi dalam investasi Seri C untuk Path, total nilainya mencapai USD 25 Juta (atau Rp 304 miliar).
Dalam investasi seri C itu, Bakrie hanya memiliki sebagian kecil saham jika dibanding para investor lainnya seperti Greylock, Kleiner Perkins, Index Ventures, Insight Venture Partners, Redpoint Venture Partners dan First Round Capital.
(Ardhi Suryadhi/Fino Yurio Kristo)