Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Mesin Cuci Rusak Panaskan Perang Saudara Samsung vs LG

Mesin Cuci Rusak Panaskan Perang Saudara Samsung vs LG


- detikInet

Mesin cuci Samsung (gettyimages)
Jakarta -

Rivalitas Samsung dan LG memang panas meski notabene, mereka sama-sama berasal dari Korea Selatan. Permasalahan mesin cuci rusak telah membuat keduanya bertengkar hebat, bahkan sampai ke pengadilan.

Semuanya diawali saat Samsung menuduh eksekutif LG sengaja merusak 4 mesin cuci high end yang dipajang di toko Samsung di Berlin, Jerman. Perusakan dilakukan eksekutif senior LG Electronics yang berkunjung ke sana, beberapa saat sebelum perhelatan IFA 2014 digelar.

Eksekutif dimaksud salah satunya adalah Jo Seong-jin, Head of Home Appliance LG. Samsung pun meminta aparat hukum Korea Selatan menginvestigasinya. Belakangan, Jo akan diadili di Korsel terkait kasus itu, meski ia mengaku tak bersalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

LG sendiri berulangkali membantah bahwa eksekutifnya sengaja merusak mesin cuci Samsung. Kalaupun memang rusak, menurut mereka karena mesin cuci Samsung itu lemah desainnya.

LG juga berupaya menempuh jalan damai dan menjanjikan akan membayar ganti rugi USD 2.700 untuk tiap mesin cuci Samsung yang rusak.

"Jika perusahaan kami memang punya niat merusak produk dari perusahaan tertentu untuk merusak citra produk itu, lebih masuk akal jika kami tak melibatkan eksekutif kami untuk melakukan aksi seperti itu. Kami harap kasus ini bukan upaya merusak reputasi kami," kata juru bicara LG.

Barang Bukti Video

Untuk membuktikan eksekutifnya tidak bersalah, LG membeberkan barang bukti video kejadian tersebut dari otoritas Jerman. Di situ terlihat Jo dan beberapa eksekutif LG yang lain sedang mengamati mesin cuci Samsung.

Tapi tak terlihat kalau mereka melakukan vandalisme, hanya membuka dan menutup pintu mesin cuci. LG juga mengatakan ada banyak karyawan Samsung melihat sehingga perusakan tak mungkin terjadi. Dan Jo hanya berniat memeriksa produk kompetitor.

"Patut dipertanyakan apakah ada bukti yang cukup untuk membuktikan bahwa pejabat sebuah perusahaan global sengaja merusak mesin cuci di mana karyawan dari perusahaan pesaing ada di sana. Kebenaran akan diungkap di pengadilan," kata pengacara Jo.

Pihak Samsung menyatakan video itu sudah diedit sehingga tidak menampakkan perusakan yang terjadi. Menurut Samsung, aparat sudah punya cukup bukti kalau eksekutif LG itu bersalah.

"Jaksa penuntut sudah memeriksa seluruh video itu, bukan yang sudah diedit, dan telah menentukan kalau ada kecurigaan perusakan yang disengaja," kata juru bicara Samsung yang dikutip detikINET dari ABCNews, Jumat (20/2/2015).

"Tidak ada perusahaan elektronik di dunia ini yang menguji coba produk kompetitor yang dipajang di pasar mancanegara. Produk itu adalah untuk konsumer. Standarnya adalah mereka harus membelinya dan mengujinya di laboratorium," kata Samsung lagi.

Samsung memang sepertinya di atas angin. Aparat pada bulan Desember lalu telah menggerebek kantor pusat LG di Korea Selatan untuk mencari bukti. Sedangkan Jo telah dicekal agar tidak bepergian keluar negeri dan akan diadili.

Panasnya Perang Saudara

Kedua perusahaan sudah berkompetisi kurang lebih 50 tahun. Dan sepertinya, memang terobsesi satu sama lain. Samsung dan LG sudah sering terlibat kasus pencurian dokumen rahasia, saling gugat di pengadilan dan tiak mau kalah meluncurkan gadget terkini.

Mungkin saking paranoidnya, kantor kedua perusahaan di Seoul dibekali sekuriti ketat layaknya di bandara saja. Lobinya dibekali detektor metal. Ponsel sampai perangkat USB tidak diperbolehkan masuk ke dalam. Kamera pengintai pun ada di setiap sudut.

Di Korea Selatan, Samsung dan LG ingin mendapatkan tenaga kerja terbaik, tapi terbatas jumlahnya. Sehingga persaingan ketat pun terjadi dalam soal perebutan calon karyawan.

Mayoritas karyawan di Korea Selatan bekerja untuk satu perusahaan sampai pensiun, tidak lompat-lompat. Tak heran jika para karyawan loyal pada perusahaannya, termasuk di Samsung dan LG. Bahkan mereka disebut-sebut saling tidak mau bergaul.

"Kedua perusahaan punya daerah sendiri-sendiri baik di lokal maupun internasional. Restoran, hotel dan bar mereka berbeda. Pegawai Samsung tidak pergi ke tempat tertentu, sebaliknya juga karyawan LG. Mereka tidak bisa bercampur," tulis James Rivington, wartawan TechRadar yang berkunjung ke Seoul.

"Hal semacam itu juga terjadi di pameran teknologi internasional. Ada peraturan tidak tertulis tentang restoran Korea mana yang bisa dimasuki saat acara CES di Las Vegas atau IFA di Berlin, tergantung Anda bekerja di Samsung atau LG," tambah James.

LG dan Samsung juga mensponsori klub olahraga yang berbeda di Korsel. LG punya tim bisbol LG Twins dan Samsung punya Samsung Bluewings.

(fyk/ash)





Hide Ads