Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Microsoft & Samsung Sepakat Damai Soal Android

Microsoft & Samsung Sepakat Damai Soal Android


- detikInet

Jakarta - Microsoft dan Samsung mengakhiri sengketa terkait dengan royalti paten Android. Dua raksasa ini pun kompak membuat pernyataan resmi, menjelaskan berakhirnya perseteruan yang telah berlangsung selama kurang lebih 6 bulan tersebut.

"Samsung dan Microsoft dengan senang hati mengumumkan bahwa kami telah menyelesaikan perselisihan royalti paten di pengadilan Amerika Serikat dan perwakilan ICC. Adapun ketentuan detail mengenai kesepakatan ini adalah hal rahasia. - Executive Vice President and Global Legal Affairs & Compliance Team Samsung Jaewan Chi dan Corporate Vice President and Deputy General Counsel Microsoft David Howard - ," demikian isi pernyataan mereka.

Masalah bermula dari kesepakatan lisensi silang selama tujuh tahun yang dibuat keduanya pada 2011. Kesepakatan itu membuat ponsel Android Samsung mendapat perlindungan paten dari Microsoft. Namun untuk itu, Samsung harus membayar Microsoft lebih dari USD 1 miliar per tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samsung seperti dilansir Ars Technica, Selasa (10/2/2015), kemudian mempersoalkan kontrak mereka ketika Microsoft membeli bisnis ponsel Nokia. Dikatakan Samsung, hal itu melanggar perjanjian kesepakatan dan menyebabkan perusahaan asal Korea Selatan tersebut menahan pembayaran. Microsoft tidak setuju dan mengajukan gugatan.

Bagi yang belum familiar dengan isu ini, mungkin membingungkan mengetahui Microsoft melindungi paten ponsel Android. Padahal seperti diketahui umum, sistem operasi Android adalah milik Google.

Microsoft punya banyak sekali paten dari hasil pengembangan Windows. Sejumlah patennya, diklaim Microsoft digunakan di perangkat Android. Raksasa software ini memanfaatkannya untuk 'memalak' para pembesut ponsel Android, agar mereka menandatangani kesepakatan lisensi.

Pada 2013, Microsoft mengatakan lebih dari 50% manufaktur perangkat Android menandatangani perjanjian lisensi dengannya. Dari sini, diperkirakan Microsoft bisa mendulang USD 2 miliar setahun.

(rns/fyk)







Hide Ads