Idealnya, dibangunnya pabrik ponsel atau perangkat elektronik lainnya di Indonesia juga diimbangi dengan penggunaan total kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi pula.
Namun keinginan itu sepertinya masih sebatas mimpi. Untuk pabrik ponsel milik Evercoss misalnya yang terletak di Semarang, kandungan lokalnya masih minim, cuma 20%.
Porsi 20% yang dimaksud pun sebatas material pelengkap, yakni komponen non elektronik seperti kardus dan kartu garansi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depannya, Evercoss mengusahakan untuk memproduksi komponen lain di pabriknya itu. Namun komponen tersebut tetaplah non elektronik.
"Kemungkinan kami akan bikin pencetakan casing juga di sini", tandas Mario.
Evercoss mengeluhkan perihal tak adanya pembuat komponen utama seperti prosesor di Indonesia, sehingga pihaknya terpaksa harus mengimpor dari negara lain, dalam hal ini China.
"Sulit ya, gak ada supporting komponen di sini. Coba, siapa di sini yang bisa bikin chip?," keluh Husni Wijaya, General Manager PT Aries Indo Global, pemegang brand Evercoss saat mengunjungi pabriknya di Kawasan Industri Terboyo, Semarang, Selasa (25/11/2014).
Ia pun mengharapkan kalau pemerintah bisa menggalakkan industri komponen di Indonesia.
(asj/ash)