BlackBerry tak mau menunda-nunda ketersediaan BlackBerry Passport. Hingga akhir tahun ini, smartphone dengan desain unik itu dijadwalkan menyambangi lebih dari 30 negara.
"Passport sudah langsung tersedia bagi konsumen Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Inggris dan Jerman secara online di situs BlackBerry," kata COO BlackBerry Marty Beard dalam peluncuran BlackBerry Passport di London, Inggris.
Ketersediaan di negara lain disebutkan Marty dalam waktu dekat, termasuk di Indonesia. Namun dia mengaku belum bisa mengungkapkan kapan tepatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Passport, Marty juga sempat sedikit menyinggung BlackBerry Classic. Handset BlackBerry bergaya lawas ini juga akan menyusul Passport. Indonesia pun masuk dalam daftar. Namun lagi-lagi Marty tidak bersedia mengungkapnya.
Berbeda dengan Marty, President Global Enterprise Solutions BlackBerry John Sim lebih blak-blakan soal ini. Berbincang dengan detikINET di Jakarta beberapa waktu lalu, dia mengatakan Blackberry Passport diperkirakan masuk Indonesia tak lama lagi.
"Blackberry Passport akan masuk Indonesia dalam waktu dekat, mungkin Oktober nanti. Sedangkan Blackberry Classic akhir tahunβ sudah tersedia. Classic akan pakai keyboard ala BlackBerry Bold," sebutnya.
Tampak jelas BlackBerry kini fokus kembali menyasar kalangan enterprise. Baik Passport maupun Classic, didesain untuk kenyamanan para pengguna setia BlackBerry dan pebisnis.
Terutama Passport, desain unik, layar besar dan keyboard fisik jelas menjadi senjata BlackBerry menduduki kembali posisinya yang memang dikenal sebagai pembesut handset untuk kalangan bisnis.
(rns/ash)