Terlebih bagi sang CEO BlackBerry John Chen, mata publik tertuju padanya untuk melihat sejauh mana upayanya mengangkat kembali BlackBerry, sejak setahun lalu dipercaya membenahi restrukturisasi ekstensif perusahaan tersebut.
Jelang perhelatan, sejumlah prediksi meramaikan spekulasi. Yang dinanti dari event ini, kebanyakan tentu saja soal produk yang akan dirilis. Strategi bisnis BlackBerry ke depannya pun tak luput menjadi sorotan.
BlackBerry Passport
|
|
Memang tidak disebutkan produk apa yang akan dirilis nanti. Namun dalam undangannya, BlackBerry menulis 'See the bigger picture' yang sangat merepresentasikan layar besar di Passport.
Passport punya layar 4,5 inch resolusi 1440 x 1440 pixel dengan pelindung Gorilla Glass 3. Prosesornya quad core 2,2 GHz Snapdragon 800, didukung dengan RAM 3GB. Internal storage-nya 32 GB, dengan slot micro SD untuk ekspansi storage.
Kamera belakang dilengkapi dengan optical image stabilizer beresolusi 13 megapixel. Sementara kamera depannya 2 megapixel. Dimensi Passport memang terbilang besar dengan ukuran yang kabarnya selebar paspor yakni 128x90,3x9,3 mm.
BlackBerry Classic
|
|
Selain Passport, BlackBerry disebut-sebut masih punya satu amunisi lagi, yakni BlackBerry Classic. Ponsel yang satu ini memadukan desain khas BlackBerry jadul dengan OS BlackBerry 10.
Sejumlah bocorannya sudah beredar di internet beberapa waktu lalu. Kembalinya trackpad dan qwerty ikonik yang menjadi ciri khas BlackBerry, disebut CEO John Chen sebagai wujud aspirasi dari konsumen yang menginginkan BlackBerry berdesain klasik.
Penampilan BlackBerry Classic memang tampak lawas. Sebelumnya beredar bocoran sebuah handset BlackBerry bergaya fitur QWERTY dengan layar 3,5 inch.
Sejumlah bocoran menyebut handset ini bakal punya spesifikasi mirip-mirip dengan seri Z10. Prosesornya Qualcomm Snapdragon S4 1,5 GHz dengan RAM 2 GB dan kamera belakang 13 MP.
BlackBerry Blend
|
|
Ini disebut-sebut sebagai layanan baru yang memungkinkan pengguna terkoneksi ke smartphone BlackBerry dari komputer atau tablet.
Beberapa waktu lalu, beredar laporan yang mengungkap cara kerja fitur ini. Sebuah bocoran screenshot tampak memperlihatkan BlackBerry Blend kemungkinan besar akan berwujud seperti aplikasi pendamping di perangkat lain.
Dengan ini, pengguna bisa mengakses dokumen, pesan, kontak, media dan file lain dari kantor maupun pribadi, selama smartphone BlackBerry mereka terkoneksi.
BlackBerry sebelumnya sudah memungkinkan fungsi ini melalui BlackBerry Bridge, namun hanya terbatas pada smartphone dan tablet pabrikannya sendiri.
BlackBerry juga diperkirakan akan merilis lebih banyak detail mengenai update Enterprise Server 12, layanan BlackBerry untuk memungkinkan komunikasi yang lebih aman.
(rns/ash)