Google kembali memimpin dalam hal inovasi yang out of the box. Raksasa internet itu sedang memasuki tahap penting dalam sebuah karya teknologi yang diberi nama Project Ara.
Apa itu Project Ara? Kenapa bisa disebut ambisus? Karena memang faktanya, Google membubuhkan sesuatu yang berbeda pada proyek ini. Sebab Project Ara bukanlah ponsel biasa.
Project Ara hadir sebagai perangkat yang tak sekadar dioprek dari sisi software, namun juga dari sisi hardware. Ya, layaknya sebuah puzzle, inilah ponsel yang bisa dibongkar pasang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Project Ara menjadi booming di pasar gadget, ada baiknya calon pengguna untuk mengetahui fakta-fakta dari Project Ara yang detikINET rangkum dari berbagai sumber, Jumat (4/7/2014).
1. Project Ara = Ponsel Jangkrik
|
|
Setiap fitur di sekujur tubuh ponsel, mulai dari layar, kamera, baterai dan lain sebagainya bisa dicopot dan dipasang lagi dengan peningkatan di segala sisinya.
Ponsel Project Ara ini memang tidak seperti smartphone kebanyakan. Sebab bentuknya adalah modular kotak-kotak yang disebut Endo.
2. Basic Phone Project Ara Pasti Murah
|
|
Google memang ingin membawa Project Ara sebagai 'grayphone'. Bisa jadi harga basic phone dari Project Ara dijual USD 50 atau sekitar Rp 550 ribuan.
Dengan harga tersebut semua yang didapatkan pengguna memang serba mendasar, fitur kamera hingga layar. Tapi tentu saja tanpa kontrak dari operator tertentu.
3. Ide Motorola dan Kerjasama Phoneblocks
|
|
Modular Phone ini sendiri juga bekerjasama dengan Phoneblocks. Ini merupakan perangkat yang bisa juga dibongkar menggunakan sistem modular.
Dalam perjalanannya, seperti diketahui, Motorola telah resmi dijual Google ke Lenovo dengan harga USD 2,91 miliar. Penjualan ini jauh di bawah harga yang ditebus Google saat membelinya tiga tahun lalu, USD 12,5 miliar.
Namun belakangan diketahui, Google ternyata tak sepenuhnya melepas 'isi jeroan' Motorola kepada Lenovo. Banyak paten Motorola yang tetap dipertahankan Google, termasuk pengembangan project Ara ini. Sepertinya konsep ponsel modular memang telah menyita perhatian Google.
4. Bersifat Terbuka dan Masuk Tahap Beta
|
|
Google sendiri akhirnya mengumumkan bahwa Project Ara telah memasuki fase beta. Dalam fase ini Google akan memilih 100 orang yang beruntung untuk menjadi penguji perangkat Project Ara.
Sebanyak 100 orang beruntung tersebut dipilih dari 30 ribu orang yang sebelumnya telah mengajukan diri menjadi penguji.
Fase beta ini akan berjalan selama delapan bulan, sebelum akhirnya mencapai versi final. Ini berarti smartphone tersebut baru bisa untuk diproduksi secara massal. Ini berarti, hasil dari proyek tersebut baru bisa dibeli setidaknya di bulan Maret 2015.
5. Kenapa Bernama Ara?
|
|
Project Ara dikembangkan oleh tiga tim dan dipimpin oleh Paul Eremko. Nah, salah satu tim tersebut adalah NK Labs, sebuah perusahaan rekayasa yang berbasis di Massachusetts. Di mana salah satu pendirinya adalah Ara Knaian.
Ara inilah yang dianggap berperan penting dalam pengembangan Project Ara dan namanya diabadikan untuk proyek tersebut.
(tyo/ash)