Lonceng kematian Windows XP segera berbunyi. Jauh sebelum hari itu, sistem operasi ini sudah berulang kali ingin dieksekusi. Tapi tak semudah yang dibayangkan.
"Hampir satu dekade lalu kami mengumumkan bahwa Windows XP akan berakhir, dan itu akan terjadi pada hari itu (8 April-red)," tegas Mark Kornegay, General Manager Microsoft.
Ya, jika diingat-ingat, sudah berulang kali Microsoft menjadwalkan kematian Windows XP. Dan sudah berulang kali pula mereka membatalkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan Net Applications, hingga akhir Maret 2014 sebanyak 27,2% komputer yang beroperasi masih menggunakan Windows XP.
Kematian Windows XP yang Ditentang
Tiongkok menjadi negara pertama yang menentang kematian Windows XP.
Berdasarkan catatan StatCounter, sekitar 49% pengguna komputer di Negeri Panda masih menggunakan Windows XP, dan mereka enggan beralih ke versi yang baru karena alasan biaya.
Sekadar catatan, di Tiongkok, Windows Windows 8 versi Basic dibanderol sekitar USD 160. Sementara untuk versi produk dijual USD 325.
Pemerintah Tiongkok sendiri sudah cukup lama melakukan sosialisasi kepada warganya untuk menggunakan sistem operasi legal. Nah, dengan dihentikannya Windows XP, mereka khawatir program tersebut akan terganggu.
Mematikan Windows XP seakan memaksa pengguna di Tiongkok untuk mengganti sistem operasi mereka. Dan ini bisa membuat angka pembajakan di sana semakin sulit diredam.
Penolakan juga muncul dari Inggris dan Belanda. Tapi bedanya kedua negara tersebut rela membayar hingga miliaran rupiah agar Microsoft memasukkan mereka ke dalam program Custom Support.
Artinya, Microsoft akan tetap memberi dukungan Windows XP di kedua negara tersebut. Ini kalau nanti kesepakatan kedua belah pihak telah terjadi.
Windows XP Tak Hanya di PC
PC yang menggunakan Windows XP mungkin bisa lebih cepat beralih ke sistem operasi baru, tapi nyatanya sistem operasi itu tidak hanya dipakai oleh komputer rumahan.
Menurut Robert Johnston, Direktur Marketing perusahaan terbesar pemasok ATM bernama NCR, sebagian besar mesin ATM yang beroperasi di seluruh dunia masih menggunakan Windows XP Embedded. Artinya, nanti akan semakin banyak ancaman yang mengganggu transaksi perbankan.
Bahkan pakar keamanan dari Symantec sempat menunjukkan bagaimana mudahnya menguras uang dari ATM berbasis Windows hanya dengan SMS.
Selain ATM tentu Windows XP masih digunakan oleh beberapa perangkat lain yang tak kalah penting, inilah yang membuat sistem operasi tersebut sulit dimatikan.
Tapi suka atau tidak dukungan terhadap Windows XP akan dihentikan mulai 8 April 2014, kecuali untuk proteksi malware yang dijanjikan masih ada update hingga 2015 mendatang. Tapi itu hanya berlaku untuk kalangan tertentu.
(eno/ash)