Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ponsel Gaya Nyeleneh Tapi Gagal di Pasaran

Ponsel Gaya Nyeleneh Tapi Gagal di Pasaran


- detikInet

Jakarta - Ponsel-ponsel yang masuk ke pasaran saat ini lebih mengedepankan spesifikasi sebagai daya jualnya. Nah, lain dahulu lain sekarang, ponsel zaman dahulu (jadul) ternyata hadir dengan desain unik dan menarik.

Ya, di era ketika Motorola dan Nokia masih berjaya, banyak ponsel hadir dengan gaya unik, tak biasa dan cenderung aneh. Kendati demikian, ponsel ini menampilkan spesifikasi yang menarik dan punya fungsionalitas tinggi.

Memang, kebanyakan ponsel jadul hadir dengan ukuran lebih kecil dan imut, berbeda dengan saat ini di mana makin besar layar maka semakin juga menjadi pertimbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti apakah ponsel-ponsel menarik bergaya unik tersebut, detikINET akan ajak Anda bernostalgia. Namun sayangnya, ponsel ponsel berikut dianggap kurang berhasil di pasaran.


1. Motorola Pebl

Bukan, ini bukan mouse untuk komputer. Karena ini adalah ponsel besutan Motorola yang diberi nama Pebl atau dibaca sebagai Pebble. Piranti ini memang terlihat unyu, tapi sayang kurang sukses di pasaran.

Ponsel tersebut hadir pada tahun 2006 dengan dimensi 49mmx87mmx20mm dan merupakan ponsel berbentuk flip--yang termasuk ngetren di jamannya.

Walau terlihat unik, Motorola Pebl boleh dibilang gagal di pasaran. Karena hanya dijual beberapa juta unit saja dalam kurun waktu yang cukup lama. Kendati sudah mengusung spesifikasi yang lumayan canggih.

Motorola Pebl banyak dikeluhkan karena baterainya yang tergolong sangat boros dan menggunakan bahan lengket, sehingga membuta ponsel ini mudah kotor.

2. LG Migo

LG Migo, memang ditujukan sebagai ponsel bagi anak-anak. Tak banyak fitur yang dibenamkan, karena memang hanya menjadi penghubung alat komunikasi antara orangtua dengan si anak.

Karena diperuntukan sebagai ponsel anak, bentuknya pun disesuaikan dengan umur. Imut dan berdesain seperti salah satu tokoh kartun. Tak ada tombol khusus, selain shortcut ke nomor orang tua.

LG berharap LG Migo ini menjadi trend setter di kalangan orang tua yang menginginkan ponsel bagi anaknya untuk alat komunikasi.

Tapi sayang seribu sayang, LG Migo ini gagal di pasaran karena kendala baterai yang tak tahan lama. Bahkan lebih buruk lagi, pengguna harus mengisi ulang tiap menit!

3. Motorola Flipout

Bentuknya menarik seperti kotak bedak. Bila digeser, akan tampak papan ketik qwerty. Spesifikasinya pun tak terlalu buruk, cocok untuk pengguna smartphone pertama.

Tapi Motorola Flipout banyak dicibir bukan karena kemampuan spesifikasi yang diusungnya atau desainnya yang agak nyeleneh. Melainkan kekuatan desain Motorola Flipout yang disinyalir rapuh.

Pasalnya, beberapa pengguna Motorola Flipout mencap ponsel ini sebagai ponsel sampah. Mereka menjatuhkan ponsel ini dari ketinggian wajar, tapi langsung hancur berkeping-keping.

4. The Firefly

Satu lagi ponsel yang ditujukan untuk kalangan anak-anak. Ini bisa terlihat dari desainnya seperti mainan dan fungsinya yang tidak terlalu banyak.

Memang, nama The Firefly tak terlalu banyak yang mengenal. Itu juga yang menjadi alasan mengapa ponsel ini pada akhirnya gagal di pasaran.

Tapi lebih dari itu, komentar negatifΒ  para pengguna yang membeli ponsel ini lah mengapa The Firefly gagal di pasaran. Salah satu paling menganggu adalah beberapa tombol navigasi yang tak bekerja dengan baik.

5. Nokia N93

Dirilis pada tahun 2006, Nokia N93 adalah salah satu ponsel seri N pertama dari Nokia. Seri N ketika itu adalah lini ponsel kelas high end.

Bentuknya menyerupai camcorder yang dipadukan dengan ponsel. Kameranya cukup powerful pada zamannya dengan resolusi mencapai 3,15 megapixel.

Sayangnya, ponsel ini memang tak mencapai penjualan yang fantastis. Karena kegagalan harganya yang tidak ramah kantong. Walaupun sisi baiknya, ini menjadi jalan bagi seri N Nokia lainnya.

(tyo/fyk)









Hide Ads