Seperti diketahui, BlackBerry tak lagi sekuat dulu. Amunisi sistem operasi baru, BlackBerry 10, belum bisa menggoyahkan kedigdayaan pemimpin pasar saat ini.
"Saya pikir BlackBerry mampu bertahan sebagai perusahaan yang menyasar pasar niche. Dalam sejarahnya, BlackBerry memiliki ambisi yang lebih besar, tapi berjuang melawan raksasa seperti Apple, Google dan Samsung sangatlah sulit," kata salah satu angota dewan direksi BlackBerry Bert Nordberg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini seolah memperkuat isu bahwa BlackBerrry Messenger akan melepas diri menjadi layanan instant messaging yang mandiri. Apalagi ada opsi lain yang menyebut BlackBerry akan dijual.
"BlackBerry mempunyai aset yang unik dari pembuat ponsel lainnya. BlackBerry sangat kuat di bisnis enterprise dan banyak handset yang digemari," paparnya, saat diwawancarai Wall Street Journal, Selasa (3/9/2013).
"Jika Anda melihat nilai BlackBerry versus nilai pasarnya, jelas bahwa ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan," tandas Nordberg, tanpa memerinci lebih jauh.
(tyo/ash)