Chief Marketing Officer Advan, Tjandra Lianto, mengatakan pihaknya tak pernah setengah-setengah saat berbisnis sesuatu. "Dari zamannya monitor dan notebook, kita jadi masuk ke nomor satu di jajaran vendor lokal. Di tablet PC juga begitu, kita mau jadi brand nomor satu yang mewakili Indonesia," ungkapnya.
Advan sendiri saat ini memang telah memiliki pabrik di Semarang, namun belum bisa dioptimalkan untuk memproduksi tablet PC sendiri. Melainkan masih sebatas assembly. Diharapkan dalam tiga tahun ke depan, pabrik tersebut sudah bisa membuat tablet PC secara mandiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik Advan tersebut saat ini masih sebatas melakukan proses assembly, di mana 90% komponen masih diambil dari impor, baru 10% dari lokal. Diharapkan, semakin lama presentase lokal semakin besar.
"Untuk investasi kami menyiapkan Rp 100 miliar, itu untuk pabrik tablet PC saja. Digunakan untuk lini produksi, testing, QC (quality control), dan pengembangan R&D di Indonesia. Sementara karyawan bisa menampung hingga 3.000 orang dengan kapasitas 100-200 ribu perangkat per bulan," Tjandra menandaskan, saat ditemui di sela peluncuran Vandroid S5F di Jakarta.
(ash/fyk)