Ya, ke depan helm pemotor bakal sangat menunjang para pemotor lewat teknologi yang bisa memberikan informasi pada pengaman kepala itu.
Teknologi itu mirip dengan helm pilot jet pesawat tempur hanya saja berbeda peruntukan. Jika kaca pada helm pilot jet tempur menunjukkan target tembak musuh, namun pada kaca helm bikers menyediakan navigasi untuk pengendara motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Helm canggih ini dikembangkan oleh perusahaan LiveMap. Helm itu sendiri sudah dikembangkan 5 tahun terakhir dan estimasi bobot helm tersebut mencapai 1.4 kg.
Nantinya pada kaca helm tersebut tersedia menu navigasi jalan, jarak tempuh, serta lokasi peristirahatan. Pengendara motor tidak perlu repot membawa GPS yang biasanya diletakkan di setang. Aktivitas mengemudi pun lebih konsentrasi. Fitur lainnya yang tersedia yakni informasi data kecepatan kendaraan.
Helm navigasi masa depan itu disokong micro display, electronic main board, light censor, baterai 3.000 mAh daya tahan selama 24 jam dan tentu visor untuk membaca mode penunjuk.
Selain sebagai navigasi, helm tersebut juga dikembangkan untuk bisa saling terkoneksi antara sesama pengendara motor.
"Helm motor ini sangat canggih untuk para pemotor. Sehingga lebih fleksibel," kata CEO LiveMap, Andrew Artishche. Jika tiba pada waktunya, helm tersebut dibanderol USD 2.000 atau sekitar Rp 20 jutaan. Tapi sayang belum tahu kapan akan dimassalkan.
(ikh/eno)