Menurut analisis biro riset IDC Asia, BlackBerry seharusnya segera menjual handset BB 10 murah untuk memenangkan persaingan di kedua negara asia tersebut. Karena BlackBerry Z10 atau Q10 yang mungkin dijual diatas Rp 6 jutaan, dirasa sulit untuk merengkuh ceruk pasar yang lebih besar.
βSudah jelas bahwa India dan Indonesia tidak hanya salah satu pasar terbesar tetapi dalam hal pertumbuhan smartphone di masa depan, kedua negara itu adalah pasar paling potensial," kata Melissa Chau, Senior Research Manager at Technology Research Group IDC di Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data dari IDC menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar BlackBerry terbesar di luar Amerika Serikat dan Inggris tahun 2012 lalu. Sementara India menempati posisi kesembilan.
BlackBerry bukannya tanpa rencana meluncurkan BB 10 dengan harga lebih terjangkau. Seperti dikatakan Chief Marketing Officer BlackBerry Frank Boulben, pihaknya mempersiapkan portofolio perangkat BlackBerry 10 yang lebih komplet. Mulai dari kelas high end sampai entry level dengan harga lebih 'miring'.
"Tunggu saja, dalam 12-18 bulan ke depan portofolio produk BlackBerry akan lengkap," tutur Boulben dalam sesi interview terbatas yang juga diikuti detikINET di sela peluncuran BlackBerry 10 di New York, Amerika Serikat.
Eksekutif asal Prancis ini memang tak menyebut dengan pasti kapan tanggal kelahiran BlackBerry 10 versi 'murah' tersebut. Namun ia menegaskan bahwa saat ini tim R&D BlackBerry juga terus berpacu dengan waktu untuk melepas perangkat baru ke pasaran.
"Dan sembari menunggu jajaran produk baru tersebut, kami akan lebih memperkuat brand BlackBerry 10 dulu," pungkas Boulben.
(tyo/fyk)