Meski pangsa pasarnya di berbagai belahan dunia menurun, BlackBerry besutan research in Motion (RIM) masih lumayan berjaya di Asia Tenggara. Misalnya di Thailand dan tentu saja Indonesia.
Di Bangkok, BlackBerry masih lumayan populer. Di Siam Paragon, mall terbesar ibu kota Thailand itu, toko retail BlackBerry masih berdiri di samping beberapa toko terkemuka seperti Prada dan Lamborghini.
Penduduk Indonesia juga masih meminati BlackBerry yang jadi smartphone terlaris dalam dua tahun terakhir. BlackBerry menempati posisi 2 smartphone terpopuler di Filipina dan nomor 3 di Thailand serta Malaysia. Namun Indonesia yang dinilai memegang peranan penting untuk masa depan BlackBerry. Didukung populasinya yang besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menyenangkan saat berjalan-jalan di Jakarta karena sepertinya terasa seperti di New York lima tahun lalu ketika semua orang masih memakai BlackBerry," kata Hastings Singh, Managing Director RIM Asia Tenggara.
Pasar pun masih terbuka luas. Terutama di luar kota besar di mana masih banyak penduduk yang belum memiliki smartphone. BlackBerry dinilai bisa mengisi celah ini dengan menjual model lama yang dibanderol rendah.
"Dinamika di sini berbeda dari dunia barat dan saya pikir itu adalah sesuatu yang fantastis bagi kami," sebut Urpo Karjalainen, Senior Vice President of RIMβs Asia-Pacific Operations.
RIM sendiri akan segera merilis ponsel dengan OS BlackBerry 10 pada akhir Januari ini. Dibekali berbagai fitur unggulan, BlackBerry 10 diharapkan menjadi lawan sepadan bagi iPhone dan handset Android.
(fyk/rns)