Di acara peluncuran Nokia Asha 205 dan Asha 206, Product Manager Nokia Indonesia, Irwan Hermawan mendemokan bagaimana fitur ini bekerja. Dengan percaya diri, dia membidikkan kamera ponsel ke wajahnya.
Apa yang terjadi? Fitur tersebut mengeluarkan suara, mengarahkan agar posisi wajah tepat pada frame bidikan kamera. Terdengar suara seperti robot, menyuruh untuk menggeser posisi kamera ke kiri, kanan atau atas dan bawah hingga didapat bidikan yang pas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Irwan, ini adalah salah satu fitur inovatif yang ditanamkan Nokia pada kamera di ponselnya. Kamera dilengkapi algoritma pengenalan wajah, dan memberikan audio feedback ketika saat wajah berada tepat di tengah frame foto.
Dua ponsel seri Asha terbaru Nokia, yakni Asha 205 dan Asha 206 memiliki fitur ini pada kameranya. Ponsel qwerty yang membidik kalangan muda ini juga dilengkapi aplikasi pre-loaded untuk berjejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan e-Buddy.
Tersedia juga 40 pre-loaded game dari Electronic Arts full version sebagai bekal hiburan bermain game. Kedua ponsel dengan banderol di kisaran Rp 600 ribuan ini juga sudah menyediakan aplikasi Nokia Nearby untuk mencari tahu informasi jalan, lokasi ATM dan review restoran.
(rns/ash)