Dalam sebuah wawancara eksklusif, Heins menyebutkan perusahaannya harus mencari cara lain mengenai bagaimana mendapatkan lebih banyak anggaran bagi smartphone untuk masuk ke pasar
"Ekonomi kami tidak sanggup bersaing dengan mereka yang merilis 60 handset dalam setahun. Kami harus membedakan dan memiliki platform yang fokus," ujar Heins seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Jumat (3/8/2012).
"Untuk menghadirkan BB10, kami perlu melihat kemungkinan lisensi kepada vendor yang dapat melakukan hal ini dengan proposisi biaya dan cara yang lebih dari yang saya lakukan. Ada pilihan berbeda yang bisa dilakukan dan sedang kami sedang investigasi," lanjutnya.
Pernyataan Heins, memunculkan prospek bahwa ponsel BlackBerry bisa saja dibuat oleh manufaktur lain, misalnya Samsung atau Sony.
"Anda bisa berpikir kami membangun sistem referensi, dan pada dasarnya melisensi desain referensi tersebut, orang lain membangun hardware di sekitarnya, entah itu BlackBerry atau perangkat lain yang dibangun pada platform BlackBerry," kata pria berkacamata ini.
Saat ini menurutnya timnya sedang menyelidiki soal ini sehingga terlalu dini jika membicarakan hal lebih mendetail. Dikatakannya, RIM juga mendiskusikan segala kemungkinan ini dengan penasihat finansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(rns/rou)