Melanjutkan kiprah Zenbook seri sebelumnya, Ultrabook ini juga mendukung desain artistik ultra tipis dan ultra ringan dengan bobot. Hanya 1,1 kg untuk seri UX21A 11,6 inchi dan dan 1,3 kg untuk UX31A 13,3 inchi.
"Sesuai dengan namanya, Prime, Zenbook ini seri terbaik yang kami miliki di segmen Ultrabook," kata Juliana Cen, Manager Produk & Marketing Asus Indonesia, dalam peluncuran Zenbook Prime di Airman, Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (21/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ultrabook ini juga menawarkan respon spontan pada pengguna, dengan instant on langsung nyala dalam dua detik dari kondisi sleep," ujar Juliana.
Zenbook Prime memiliki periode standby dalam modus S3 hingga 2 minggu dan bahkan 200 hari dalam modus S4, yang juga dilengkapi dengan pelindung hilangnya data saat standby. Efisiensi energi yang lebih baik ini juga menghasilkan masa aktif baterai hingga 7 jam.
Salah satu peningkatan utama Zenbook Prime dibandingkan dengan Zenbook versi awal adalah layar full HD 1080p yang menggunakan teknologi panel IPS. Selain mempertajam visual, layar IPS juga memungkinkan viewing angle yang luas hingga 178 derajat.
Untuk audio, Prime menggunakan teknologi audio Asus SonicMaster, yang dikembangkan bersama-sama dengan Bang & Olufsen ICEpower. Selain itu, kita juga bisa menggunakan kamera HD untuk video chat yang lebih baik.
"Hasilnya, pengguna mendapatkan paket lengkap yang didesain untuk komunikasi, produktivitas, serta kenikmatan multimedia mobile kelas atas," lanjut Juliana.
Demi kemudahan akses dan penggunaan, Asus juga telah menambahkan touchpad multigesture yang sudah dioptimalkan pada Zenbook Prime. Keyboard chicklet one-piece yang disediakan memiliki fitur backlighting untuk memudahkan berkomputer di kondisi redup sekaligus memberikan visual efek yang menarik.
"Zenbook versi pertama berhasil meraih reaksi yang sangat positif dari konsumen, membuatnya jadi pilihan favorit di kalangan pengguna yang sadar akan gaya yang memandang tinggi sebuah produk yang unik dibandingkan dengan notebook biasa," kata Juliana.
Prime yang menggunakan desain tipis antara 3 sampai 9 milimeter, dibanderol dengan harga mulai dari USD 799 (sekitar Rp 7 jutaan) hingga USD 1.700 (Rp 16 juta).
(rou/ash)