"Fokus khusus adalah menyajikan nilai dan pengalaman baru bagi pengguna dengan memperkuat soft capability pada software, user experience, design dan solusi," kata Kwon seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Kamis (20/6/2012).
CEO yang baru menjabat ini tidak menyebutkan berapa besar investasi yang akan dialokasikan Samsung untuk memperkuat divisi softwarenya. Namun yang jelas, pesannya untuk memperkuat divisi software Samsung sejalan dengan apa yang pernah diungkapkan CEO sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samsung diketahui menyediakan porsi yang besar untuk divisi platform OS mobile. Namun sebagian besar smartphonenya menggunakan Android karena OS miliknya sendiri, Bada, tidak populer di kalangan konsumen.
Raksasa elektronik asal Korea Selatan ini menempati posisi puncak pasar smartphone global, namun bergantung pada OS Android sebagai nilai jual perangkatnya. Akibatnya, Samsung harus membagi keuntungan yang tidak sedikit dengan Google.
(rns/rns)