CEO HP Meg Whitman menegaskan bahwa keputusan 'mengawinkan' dua unit bisnis tersebut pada bulan Maret 2012 lalu itu lebih kepada untuk menghilangkan kompleksitas yang ada selama ini serta dapat memberikan pelayanan yang lebih terpadu kepada pelanggan.
"Dengan penggabungan ini, pelanggan bakal melihat unified produk dan unified layanan dari unit bisnis IPG dan PSG," ujar
Whitman yang hadir di sesi terakhir acara HP bertajuk Global Influencer Summit di Shanghai, China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sekarang merupakan perusahaan IT terbesar di dunia. HP memiliki portofolio produk yang lengkap, muai dari software, hardware, services, hingga solution. Mulai dari consumer hingga enterprise," lanjut Meg.
"Dan kami akan terus fokus untuk memberika solusi yang terbaik melalui produk dan teknologi dari HP," tandasnya.
Steve Hoffman, Vice President & Chief of Staff Printing & Personal Systems HP menambahkan, kolaborasi unit bisnis printer dan PC dalam satu payung hukum juga dianggap sebagai kombinasi yang cocok.
Mengingat kedua perangkat tersebut yang saling terhubung satu sama lain, sehingga mudah untuk 'dikawinkan' untuk menciptakan suatu solusi yang lebih baik.
"Dengan berjalan bersama (IPG dan PSG-red.), kami melihat peluang yang lebih besar, kerja yang lebih efektif dan solid, serta siap memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna," pungkasnya.
Di Shanghai sendiri, HP baru saja memperkenalkan sekitar 80 perangkat tergress yang siap membanjiri pasar gadget dunia pada 2012.
Produk baru yang diperkenalkan tersebut merupakan lintas segmen. Mulai dari consumer end user hingga kalangan korporat. Seperti jajaran workstation, notebook langsing Elitebook, segmen Pavilion, hingga koleksi printer laserjet dan scanjet.
Β
"Kita ingin mengubah dunia PC dan printer dari yang telah ada saat ini," pungkas Hoffman.
(ash/fyk)