Dalam laporan eksklusif yang dikeluarkan reuters tersebut, Amazon disebut-sebut sebagai peminat serius untuk membeli RIM. Bahkan, produsen tablet PC Kindle Fire itu dikatakan telah sampai menunjuk bank investasi untuk mereview peluang pengambilalihan tersebut.
Hanya saja, dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (21/12/2011), di tengah jalan Amazon dilaporkan mundur teratur, tanpa sempat mengajukan penawaran resmi. Tidak diketahui juga apakah di balik layar Amazon dan RIM sempat terlibat pembicaraan soal harga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayang, kisah ketertarikan Microsoft ini tak bertahan lama. Perusahaan milik miliuner Bill Gates itu pun enggan berkomentar, dan sekarang kian lengket dengan Nokia dalam mengembangkan ponsel Windows.
Nama lain yang juga dihembuskan tertarik membeli RIM adalah HTC dan Samsung. Dimana keduanya konon didorong investor untuk maju mengeluarkan penawaran. Sayang, Samsung dan HTC sudah terikat perjanjian dengan Google Android, sehingga kabar untuk membeli produsen BlackBerry pun menguap dengan sendirinya.
"Mereka (RIM-red.) telah didekati beberapa pihak yang coba mengajak untuk berdiskusi," tukas salah seorang head of technology investman bank di Wall Street.
"Hanya saja isu ini sulit untuk menentukan nilai yang masuk akal," imbuhnya.
Lalu bagaimana sikap RIM? Secara implisit perusahaan asal Kanada itu sepertinya menolak penawaran yang masuk.
Sebaliknya, dewan direksi RIM malah meminta co-CEO Mike Lazaridis dan Jim Balsillie untuk fokus mengembalikkan kejayaan BlackBerry lewat produk-produk baru. Bukan dengan menjual aset dan restrukturisasi.
"Menjual perusahaan atau melakukan joint venture sepertinya bukan pilihan yang tepat untuk sekarang ini. Setidaknya sampai menstabilkan bisnis RIM. Sebab orang-orang akan takut untuk melakukan investasi USD 10 miliar atau lebih," tukas sumber tersebut.
(ash/rns)