Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Tren Ponsel Lokal Balik ke Candybar

Tren Ponsel Lokal Balik ke Candybar


- detikInet

Jakarta - Popularitas BlackBerry dan iPhone membuat para produsen ponsel lokal meniru model smartphone tersebut. Ponsel dengan model Qwerty dan touchscreen lalu menjadi tren yang diikuti produsen ponsel lokal. Tapi tren tersebut akan berganti. Model candybar diyakini akan menjadi tren baru.

Kembalinya tren model ponsel ke beberapa tahun silam ini menurut Teddy Tjan, Direktur Sales and Marketing PT. Teletama Artha Mandiri (TAM) disebabkan karena semakin jenuhnya pasar ponsel.

"Persaingan kota besar sudah pekat. Saat ini mereka (vendor ponsel lokal - red) lari ke tingkat Kelurahan. Market di wilayah itu adalah market yang mencari produk yang simpel dan murah," katanya saat berbincang dengan detikINET.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bergesernya pertarungan pasar ponsel lokal ke daerah suburban inilah yang mendesak para pelaku industri baik distributor ataupun produsen ponsel lokal untuk memangkas biaya produksinya.

"Pasarnya adalah pasar yang sensitif dengan harga. Ponsel lokal model candybar dengan harga di bawah Rp 300.000 itu akan menjadi tren baru. Itu berarti kita harus pangkas ongkos produksinya,"

Pun demikian, Teddy berkeyakinan bahwa dengan dipangkasnya ongkos produkti tetap tidak akan mengurangi kualitas produk. TAM sendiri mencoba peruntungan dengan memproduksi ponsel sendiri dengan nama dagang Venera.

Lama bermain sebagai distributor berbagai macam merek ponsel ternama, TAM tentunya menguasai jalur distribusi ponsel. Berbekal jaringan distribusi yang kuat ditambah dengan produk yang inovatif, membuat TAM yakin Venera bakal diterima oleh pasar.

"Keunggulan kita selain jaminan after sales service yang kita miliki, kita juga lead dalam inovasi produk. Ini menjadi tantangan kita untuk bisa memenuhi pasar ponsel," klaimTeddy yang juga optimis brand Venera bisa menembus angka 5 persen dari pasar ponsel nasional ini.


(afz/rns)







Hide Ads