Kembalinya tren model ponsel ke beberapa tahun silam ini menurut Teddy Tjan, Direktur Sales and Marketing PT. Teletama Artha Mandiri (TAM) disebabkan karena semakin jenuhnya pasar ponsel.
"Persaingan kota besar sudah pekat. Saat ini mereka (vendor ponsel lokal - red) lari ke tingkat Kelurahan. Market di wilayah itu adalah market yang mencari produk yang simpel dan murah," katanya saat berbincang dengan detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasarnya adalah pasar yang sensitif dengan harga. Ponsel lokal model candybar dengan harga di bawah Rp 300.000 itu akan menjadi tren baru. Itu berarti kita harus pangkas ongkos produksinya,"
Pun demikian, Teddy berkeyakinan bahwa dengan dipangkasnya ongkos produkti tetap tidak akan mengurangi kualitas produk. TAM sendiri mencoba peruntungan dengan memproduksi ponsel sendiri dengan nama dagang Venera.
Lama bermain sebagai distributor berbagai macam merek ponsel ternama, TAM tentunya menguasai jalur distribusi ponsel. Berbekal jaringan distribusi yang kuat ditambah dengan produk yang inovatif, membuat TAM yakin Venera bakal diterima oleh pasar.
"Keunggulan kita selain jaminan after sales service yang kita miliki, kita juga lead dalam inovasi produk. Ini menjadi tantangan kita untuk bisa memenuhi pasar ponsel," klaimTeddy yang juga optimis brand Venera bisa menembus angka 5 persen dari pasar ponsel nasional ini.
(afz/rns)