Memang tablet tersebut memiliki sejumlah keunggulan dibanding tablet lainnya yang edar di pasaran, sehingga banderolnya pun cukup menjulang. Yang paling mencolok tentu saja adalah Libretto W100 menghadirkan dua layar sentuh sekaligus.
Ya, dua layar sentuh di Libretto W100 dapat mengoperasikan menu secara terpisah atau bersama-sama. Ketika layar bagian atas digunakan untuk mengoperasikan Windows Media Player misalnya, bagian bawah dapat dipakai untuk melakukan fungsi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika dicoba detikINET, respon layar sentuh di Librettto cukup baik meski tidak bisa dibilang mulus. Seluruh fungsi Windows 7 tersedia di sini layaknya pada versi desktop.
Namun demikian karena sepenuhnya berbasis layar sentuh, pengguna awal bisa kagok dalam memakai tablet ini. Agaknya diperlukan pembiasaan sebelum bisa lancar mengoperasikan dua layar sentuh yang disediakan.
Menurut penjaga booth Toshiba, tablet ini sudah beredar secara terbatas di Indonesia. Dengan banderol setinggi itu, tentunya tidak bisa diharapkan penjualannya laris bak kacang goreng.
(fyk/eno)