Intel dinilai mulai keteteran di ranah perangkat mobile seperti smartphone dan tablet. Sebab pasar lebih memihak pada perusahaan asal Inggris, ARM. Karenanya, mereka coba memperkuat posisinya dengan Ultrabook.
Ultrabook digadang-gadang sebagai perangkat dengan jenis baru. Ia adalah laptop dengan bobot ringan dan memiliki fitur seperti tablet, misalnya konektivitas yang selalu on, waktu boot cepat dan desain tipis nan cantik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komputer punya berbagai bentuk. Inovasi teknologi adalah sebuah katalisator dan kami yakin perubahan yang dibuat Intel dalam roadmapnya, bersama kolaborasi industri, akan membawa perubahan menarik dalam personal computing beberapa tahun ke depan," kata Executive Vice President Intel, Sean Maloney.
Intel terlihat ambisius dalam proyek Ultrabook. Mereka bahkan berani menargetkan produknya ini akan menjangkau 40% pasar laptop pada tahun depan.
Intel pun berjanji bakal terus menggenjot teknologi Ultrabook. Chipset generasi baru Intel Ivy Bridge akan mendayai perangkat ini pada paruh pertama 2012.
(fyk/ash)