"Salah satu kunci strategi kita adalah adanya aplikasi lokal yang relevan. Kami telah berfokus selama beberapa tahun ini untuk mengangkat konten lokal, seperti pendidikan, bisnis, bahasa, kultur dan hal-hal lain," papar Elop dalam wawancara dengan engadget, pada ajang Nokia Conversation di China, yang dikutip detikINET, Jumat (27/5/2011).
Sejalan dengan hal tersebut, Elop juga mengungkap bahwa Nokia senantiasa menggandeng para pengembang aplikasi. Contohnya dalam konteks Windows Phone nantinya, Nokia akan menyediakan tools bagi para developer untuk membantu mereka agar lebih mudah berjualan di toko online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, Nokia juga berfokus ke konten lokal, walau gaungnya belum terasa bagi semua pihak. Sebelumnya, Upik Muditya Sidarta, Developer Relations Nokia Indonesia pernah mengatakan pihaknya bakal mengayomi para developer dari hulu sampai ke hilir.
Misalnya, dari awalnya para developer ini diperkenalkan dengan ekosistem Nokia, lalu diberikan training, kemudian masuk tahap inkubasi baru aplikasi itu selesai dibuat.
"Nah, ketika developer sudah menyelesaikan aplikasinya maka kita juga akan membuatkan sistem distribusinya di Ovi Store sekaligus dipasarkan. Intinya adalah Nokia ingin membentuk ekosistem yang dapat berguna bagi entitas di dalamnya. Termasuk untuk memajukan developer lokal," jelasnya kala itu.
(fw/ash)