Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
BBM Diumbar, RIM Gali Kubur Sendiri

BBM Diumbar, RIM Gali Kubur Sendiri


- detikInet

Jakarta - Pengguna mungkin banyak yang menanti jika akses BlackBerry Messenger (BBM) dibuka untuk platform lain, baik itu Android, iOS, Symbian, atau Windows Phone 7 sekalipun. Namun sayang RIM sudah menegaskan ketidaktertarikannya.

Langah tegas RIM ini pun didukung para analis. Sebab, jika BBM bisa terhubung dengan perangkat lain di luar platform BlackBerry, sama saja dengan RIM menggali kuburnya sendiri.

Pasalnya, selama ini BBM terkenal dengan ekslusivitasnya. Artinya, jika ada yang ingin menggunakan atau menghubungi pengguna BBM maka ia harus memiliki perangkat BlackBerry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Identitas pengguna BBM pun tidak didasarkan dari alamat email -- seperti Yahoo Messenger atau layanan pesan instant lainnya -- melainkan dari pin yang menjadi ciri setiap perangkat BlackBerry.

Pete Cunningham, analis dari Canalyst menyatakan, BBM telah mengukir kisah sukses bagi RIM. "Dari yang beberapa tahun lalu BlackBerry cuma digunakan oleh kalangan korporat, kini kian meluas dengan segmen yang tidak baku," ujarnya.

Kekakuan segmen pasar BlackBerry pun melunak seiring berjalannya waktudengan merambah kalangan anak muda. Fitur BBM disebut-sebut menjadi daya tarik utama bagi pengguna BlackBerry yang masih hijau ini.

Dengan menggunakan BBM, mereka merasa lebih eksklusif untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dan setiap orang dituntut untuk menggunakan perangkat serupa jika ingin menghubunginya.

Diperkirakan ada sekitar 39 juta pengguna BBM saat ini. Dimana fenomena BBM begitu berkembang di Inggris, Afrika Selatan, Venezuela, Belanda, dan pastinya Indonesia. "Ada semacam hallo effect di pasar-pasar tersebut dimana BBM memiliki posisi yang kuat," ujar Patrick Spence, Vice President RIM untuk pasar Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

Hanya saja, BlackBerry tidak bermain sendiri di ranah ponsel pintar. Sudah banyak deretan smartphone lain yang mengincar pasar BlackBerry yang terkenal dengan layanan BBM-nya.

Sehingga ketika ada wacana untuk membuka akses komunikasi BBM bagi smartphone yang menggunakan platform lain, langsung ditolak mentah-mentah oleh RIM. Perusahaan asal Kanada itu sepertinya tahu jika BBM diumbar maka dapat mengancam pasar mereka.

Mike Kirkup, Director of Developer Relations RIM mengatakan, BBM merupakan salah satu kunci utama kekuatan BlackBerry dalam menggaet pengguna. Jadi jika fitur ini juga bisa digunakan atau bisa diakes lewat perangkat lain, dikhawatirkan pengguna BlackBerry akan berpindah ke lain hati.

"Saya tidak mengatakan bahwa hal ini (membuka akses BBM-red.) tidak bisa terjadi, hanya saja saya tidak melihat benefit dari hal itu," lanjutnya, dikutip detikINET dari Berry Review, Senin (9/5/2011).

"Sehingga saya percaya jika BBM harus tetap berada di tempatnya," Mike menandaskan.

(ash/fyk)







Hide Ads